Achmad Al Fiqri
, Jurnalis-Sabtu, 21 Februari 2026 |08:00 WIB

Masjid Al Aqsa (Foto: AFP)
JAKARTA - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Hidayat Nur Wahid (HNW) mengecam keras tindakan Israel nan menangkap pemimpin dan khatib Masjid Al Aqsa, Syaikh M. Ali Al Abbasiy, serta membatasi jumlah jamaah Sholat Jumat selama Ramadhan.
Ia meminta Pemerintah Indonesia dan negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) nan masuk dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BOP) membahas kejahatan berulang Israel. Hal ini ditujukan agar tindakan kolonialisme Israel bisa dihentikan dan melahirkan two state solution.
"Ini kudu segera dihentikan oleh Indonesia berbareng negara-negara personil OKI nan di BOP," tegas HNW, dikutip Sabtu (21/2/2026).
Baginya, kejahatan nan berulang atas Masjid Al Aqsa ini membuktikan bahwa Israel tidak menginginkan adanya perdamaian, apalagi berdirinya negara Palestina.
"Dan juga sebagai penambah bukti Israel memang menjadikan Dewan Perdamaian sebagai kedok untuk melanjutkan agenda kolonialisme atas Palestina sebagai tahapan mewujudkan klaim berdirinya negara Israel Raya nan batas-batasnya apalagi melebar ke beragam area negara di luar Palestina," tegasnya.
HNW pun meminta Pemerintah Indonesia menjadi terdepan berbareng negara-negara sahabat dalam OKI nan tergabung dalam Dewan Perdamaian, seperti Arab Saudi, Turki, Pakistan, dan Qatar, untuk mengangkat masalah ini sebagai salah satu pembahasan utama.
"Negara-negara personil OKI nan tergabung dalam Dewan Perdamaian tersebut semestinya menjadikan keselamatan Masjid Al Aqsa dan kebebasan menjalankan aliran kepercayaan (Islam) di dalamnya sebagai syarat krusial hadirnya perdamaian dan penghentian perang," ujarnya.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·