Anak-anak Gaza(Aljazeera)
PIHAK otoritas dan pasukan keamanan Israel sengaja menargetkan anak-anak Palestina dalam tindakan nan merupakan genosida dan kejahatan perang.
Hal itu diungkapkan oleh Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB atas Wilayah Palestina nan Diduduki, termasuk Yerusalem Timur, dan Israel dalam sebuah pernyataan.
"Bukti menunjukkan bahwa anak-anak Palestina telah secara sengaja dijadikan sasaran dan dibunuh oleh pasukan keamanan Israel," kata Ketua Komisi Srinivasan Muralidhar dalam konvensi pers di Jenewa pada Selasa (23/6).
Muralidhar menyatakan Israel terus mengabaikan gencatan senjata dan anak-anak hingga sekarang tetap menjadi korban pembunuhan oleh Israel.
Komisi independen PBB tersebut menegaskan kembali bahwa penargetan secara sengaja terhadap anak-anak adalah salah satu unsur utama nan menegaskan "niat genosida" oleh otoritas Israel untuk melenyapkan penduduk Palestina secara keseluruhan maupun sebagian di Jalur Gaza.
Komisi itu juga mencatat bahwa anak-anak Palestina telah ditangkap dan disiksa, serta diperlakukan dengan sadis di penjara-penjara Israel.
Disebutkan pula dalam pernyataan itu bahwa serangan terhadap rumah sakit bersalin dan pusat perawatan pasca-kelahiran, serta penghancuran panti didikan dan sekolah, merusak fondasi masyarakat Palestina di masa mendatang.
Komisi PBB juga mengidentifikasi unit-unit militer di pasukan keamanan Israel nan bertanggung jawab atas pembunuhan dan luka nan dialami anak-anak Palestina.
Sejak 7 Oktober 2023, bentrok antara golongan pejuang Hamas dan Israel telah menewaskan lebih dari 70.000 penduduk Palestina dan melukai lebih dari 170.000 lainnya. Menurut otoritas Israel, setidaknya 1.200 penduduk Israel tewas akibat perang tersebut. (Ant/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·