Israel Dilanda Banjir Kecaman Sesuai 'Menyiksa' Aktivis Global Sumud Flotilla

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Israel Dilanda Banjir Kecaman Sesuai 'Menyiksa' Aktivis Global Sumud Flotilla PM Israel Benjamin Netanyahu(MI)

GELOMBANG kecaman internasional menghantam Israel setelah beredar video perlakuan terhadap para aktivis misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla nan ditahan. Rekaman nan diunggah Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir memicu kemarahan banyak negara lantaran merendahkan martabat manusia.

Dalam video tersebut, sejumlah aktivis tampak bertimpuh dengan tangan terikat di belakang punggung. Seorang wanita nan berteriak Free Palestine terlihat dibuat jatuh ke lantai oleh petugas. Ben-Gvir apalagi tampak mengejek para tahanan sembari berdiri membawa bendera Israel.

Aksi itu langsung memantik protes diplomatik. Sejumlah negara seperti Italia, Prancis, Belanda, dan Kanada memanggil duta besar Israel untuk menyampaikan keberatan resmi atas perlakuan terhadap para aktivis.

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyebut perlakuan tersebut tidak dapat diterima dan melanggar martabat manusia. Terlebih lantaran sejumlah penduduk Italia ikut ditahan.

“Gambar-gambar Menteri Ben Gvir tidak bisa diterima. Tidak dapat diterima para demonstran ini, termasuk banyak penduduk Italia, diperlakukan dengan langkah nan melanggar martabat kemanusiaan mereka,” ucap Meloni.

Kecaman serupa datang dari Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot. Dia juga menegaskan tindakan Ben-Gvir tidak dapat diterima dan mendesak pembebasan penduduk Prancis secepat mungkin.

Pemerintah Kanada juga bereaksi keras. Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand menilai kejadian itu sangat mengkhawatirkan. Ottawa bakal memanggil duta besar Israel untuk melayangkan protes.

“Ini persoalan nan kami anggap sangat serius. Ini menyangkut perlakuan manusiawi terhadap penduduk sipil dan saya memastikan kami bertindak dengan urgensi penuh,” kata Anand.

Belanda ikut mengambil langkah serupa. Menteri Luar Negeri Belanda Tom Berendsen menilai perlakuan terhadap tahanan telah melanggar prinsip dasar kemanusiaan.

Kecaman juga datang dari Korea Selatan setelah diketahui ada penduduk mereka nan ikut ditahan pasukan laut Israel. Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mempertanyakan dasar norma tindakan Israel menghentikan kapal sipil internasional di laut. “Apakah itu wilayah Israel? Dengan argumen apa mereka bisa menangkap dan menahan kapal negara ketiga?” ujar Lee.

Sementara itu, pemerintah Portugal menyebut tindakan Ben-Gvir sebagai perilaku tidak bisa ditoleransi. Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares menyebut perlakuan terhadap aktivis tersebut mengerikan. Menteri Luar Negeri Irlandia Helen McEntee turut terkejut memandang video tersebut dan mendesak pembebasan segera seluruh aktivis.

Sorotan apalagi datang dari Amerika Serikat. Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee menilai Ben-Gvir mencoreng martabat negaranya sendiri dengan menyebarkan rekaman para aktivis nan diperlakukan secara memalukan.

Selain negara-negara tersebut, kecaman juga datang dari Swedia, Swiss, Yunani, Jerman, Polandia, Qatar, Turki, Austria, Belgia, Kolombia hingga Britania Raya. Misi Global Sumud Flotilla berlayar untuk membawa support kemanusiaan ke Gaza. Namun, kapal-kapal flotilla dicegat pasukan Israel. (Dhk/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia