
Israel Cegat Armada Kapal Bantuan ke Gaza, Tahan 175 Aktivis (via BBC)
JAKARTA - Aktivis pro-Palestina mengatakan 22 perahu dari armada nan membawa support untuk Gaza telah dicegat pasukan Israel di perairan internasional dekat pulau Kreta, Yunani.
1. Israel Cegat Kapal Bantuan Kemanusiaan
Para penyelenggara Global Sumud Flotilla (GSF) mengecam tindakan tersebut sebagai "pembajakan". Mereka menyatakan mereka nan berada di atas kapal ditangkap secara terlarangan lebih dari 965 km (600 mil) dari Gaza, nan berada di bawah blokade angkatan laut Israel.
Melansir BBC, Jumat (1/5/2026), Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan sekitar 175 aktivis ditahan dan menolak armada tersebut sebagai "aksi publisitas". Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar mengatakan, mereka bakal "diturunkan di pantai Yunani" pada Kamis.
Data GSF menunjukkan sebagian besar dari 36 perahu nan tersisa dalam armada tersebut saat ini berada di dekat pantai selatan Kreta.
Armada tersebut berlayar dua minggu lalu, dengan total 58 kapal nan berasosiasi dari Spanyol, Prancis, dan Italia. Armada itu bermaksud untuk menembus blokade Israel terhadap Gaza.
Pada Kamis, GSF mengatakan pasukan angkatan laut Israel telah "mencegat, menaiki, dan secara sistematis melumpuhkan dan menghancurkan beragam kapal" dalam armada tersebut selama "serangan kekerasan di perairan internasional" di barat laut Kreta semalam.
"Lebih dari 180 penduduk sipil dari seluruh bumi telah diserang secara langsung," tambahnya.
"Setelah menahan para peserta, menghancurkan mesin dan mengganggu komunikasi, [pasukan Israel] mundur, menculik para peserta alias sengaja meninggalkan penduduk sipil terdampar di kapal-kapal nan rusak dan tidak berkekuatan tepat di jalur angin besar besar nan mendekat."
Israel bersikeras tindakannya sesuai dengan norma internasional.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·