Pandeglang -
Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang mencatat ada 2.107 orang nan terjangkit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Angka tersebut meningkat imbas adanya sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
"Nah jika sekarang melangkah adalah Minggu ke-35, ada 2.107," kata Kepala Dinas Kesehatan Pandeglang Eni Yati kepada wartawan, Rabu (9/9/2026).
Eni Yati menjelaskan pada pekan ke-35 pengidap ISPA mencapai 1.861. Angka tersebut meningkat usai abu vulkanik turun selama dua hari di wilayah Pandeglang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, hujan abu vulkanik sampai saat ini tetap terjadi, meski mengalami penurunan dibandingkan pada akhir pekan kemarin. Dinkes Pandeglang bakal melakukan pendataan ulang pada pekan depan mengenai jumlah penduduk nan terjangkit ISPA.
"Kalau nan Minggu ke-35 terdampaknya hanya dua hari, Sabtu-Minggu. Senin depan kelak dilaporkan," katanya.
Ia melanjutkan abu vulkanik ini rentan menyerang usia awal dan lansia. Ia menyarankan agar penduduk tetap menjaga kesehatan dengan menggunakan masker jika kudu keluar rumah.
"Dewasa juga ada, lansia juga ada, tapi sebagian besar anak-anak," kata Eni.
Eni Yati melanjutkan selain aspek abu vulkanik, kualitas udara nan jelek juga menjadi penyebab utama tingginya penderita. Menurutnya, ISPA juga masuk kedalam 10 besar penyakit nan banyak diderita oleh warga.
"Karena pencemaran udara bisa, lantaran virus bisa, dan ISPA penyakit 10 terbesar di Puskesmas, orang nan batuk filek nyaris banyak, itu bukan penyakit nan gawat," pungkasnya.
Simak juga Video 'Bukan Cuma ISPA, Asap Karhutla Bisa Picu Asma hingga PPOK':
(ygs/ygs)
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·