ISIS Ancam Serangan ke Piala Dunia 2026, AS Siagakan Keamanan Ketat

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
ISIS Ancam Serangan ke Piala Dunia 2026, AS Siagakan Keamanan Ketat Ilustrasi.(Magnific)

KELOMPOK militan ISIS dilaporkan mengeluarkan seruan kepada para simpatisannya, nan mereka sebut sebagai lone jihadist, untuk memanfaatkan momentum Piala Dunia FIFA 2026 di Amerika Serikat sebagai kesempatan melakukan tindakan kekerasan. Ancaman ini muncul di tengah persiapan AS menyambut jutaan tamu internasional dalam turnamen sepak bola terbesar di bumi tersebut.

Dalam editorial nan diterbitkan melalui surat berita mingguan mereka, Al-Naba, ISIS menyebut Piala Dunia sebagai, "Acara pagan yang diadakan di jantung Amerika Salibis dan sekutunya." Kelompok tersebut menggambarkan turnamen ini sebagai kesempatan emas untuk melancarkan serangan, mengingat kerumunan massa, akses jalan, dan stadion bakal menjadi sasaran nan sangat padat.

Narasi Ideologis dan Seruan Aksi

Editorial tersebut tidak hanya berisi ancaman fisik, tetapi juga argumen ideologis. ISIS mengkritik para fans sepak bola nan mengagumi pemain dan tim. Alasannya, aktivitas semacam itu mengalihkan perhatian umat Muslim dari kepercayaan dan melemahkan loyalitas mereka. Mereka secara definitif menyerukan kepada pengikutnya untuk tidak membiarkan kesempatan ini berlalu begitu saja, menyebutnya sebagai, "Kejuaraan nan sebenarnya."

Selain itu, ISIS mendorong para pendukungnya untuk menjadikan arena ini sebagai platform propaganda, menyebutnya sebagai, "Arena media nan aktif," untuk menyebarkan pesan-pesan mereka.

Konteks Keamanan: Departemen Luar Negeri AS memperkirakan hingga 7 juta visitor internasional bakal memadati Amerika Serikat selama turnamen berlangsung.

Operasi Keamanan Skala Besar

Menanggapi potensi ancaman tersebut, otoritas Amerika Serikat meluncurkan operasi keamanan multilembaga nan belum pernah terjadi. Andrew Giuliani, Direktur Eksekutif Satuan Tugas Piala Dunia Presiden Donald Trump nan mengawasi keamanan, menyatakan bahwa musim panas ini bakal menjadi periode paling krusial dalam sejarah keamanan Amerika.

Beberapa poin utama dalam strategi keamanan AS meliputi:

  • Alokasi Dana: FEMA mengalokasikan biaya sebesar US$625 juta (sekitar Rp10,2 triliun) untuk 11 kota tuan rumah di AS, ditambah US$250 juta unik untuk teknologi penemuan drone.
  • Teknologi Canggih: Penggunaan anjing robot, perangkat berbasis kepintaran buatan (AI), dan teknologi penemuan drone untuk memantau ancaman di sekitar stadion, hotel, dan kamp latihan tim.
  • Kolaborasi Lintas Lembaga: Lebih dari 400 lembaga penegak norma bekerja sama dengan FBI dan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS).

Respons FBI dan DHS

Pihak FBI menyatakan kepada media bahwa mereka bekerja sama erat dengan mitra penegak norma untuk menilai dan merespons setiap ancaman mengenai Piala Dunia 2026. "Keselamatan penggemar, atlet, pejabat, dan organisasi tuan rumah adalah prioritas tertinggi kami," tegas perwakilan FBI.

Senada dengan perihal tersebut, Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) mengonfirmasi bahwa mereka terus menjalin komunikasi rutin dengan otoritas kota tuan rumah untuk memantau potensi ancaman teroris. Masyarakat juga diimbau untuk segera melapor jika mempunyai info mengenai aktivitas nan mencurigakan demi memastikan pengalaman Piala Dunia nan kondusif bagi semua orang. (Newsweek/I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia