Irjen Kemenhaj Maraton Sidak Layanan Haji di Madinah: Jangan Sampai Kendur

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Dendi Suryadi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik krusial pelayanan jemaah haji di Madinah. Foto: Dok. Kemenhaj RI

Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Dendi Suryadi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik krusial pelayanan jemaah haji di Madinah. Beberapa letak didatangi Dendi untuk dicek kesiapan dan pelayanannya.

Dendi memantau langsung kesiapan di Kantor Daerah Kerja (Daker) Madinah, Sektor 3, Sektor 4, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dapur katering konsumsi, hingga Terminal Hijrah. Langkah maraton ini diambil untuk memastikan seluruh lini pelayanan tetap prima.

Fokus utama dalam peninjauan ini adalah menjaga ritme kerja dan mental para petugas nan sudah berminggu-minggu melayani jemaah di tanah suci. Mengingat masa operasional haji nan panjang, aspek kelelahan bentuk dan kejenuhan menjadi tantangan besar nan kudu diantisipasi agar tidak mengorbankan kenyamanan jemaah.

Adapun sektor 3 membawahi belasan hotel pemondokan jemaah menjadi salah satu titik perhatian unik dalam pertimbangan kedisiplinan tersebut.

"Ini kan kita datang untuk mengecek teman-teman petugas ini, khususnya di Daker Madinah, agar jangan sampai ini hari ke-50 mereka jadi kendur gitu pelayanannya terhadap jemaah. Kemarin saya berjumpa dengan sektor 3, ditemani oleh Pak Daker, dan mereka sudah biasa untuk melakukan konsolidasi dengan metode apel," ujar Dendi Suryadi.

Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Dendi Suryadi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik krusial pelayanan jemaah haji di Madinah. Foto: Dok. Kemenhaj RI

Menurut Dendi, metode apel rutin di tingkat sektor memegang peranan nan sangat vital dalam menyukseskan kerja besar ini. Apel bukan sekadar seremonial, melainkan wadah untuk mengecek kesiapan bentuk petugas, mendeteksi jika ada nan sakit, serta menjadi sarana efektif untuk menyampaikan petunjuk secara berjenjang.

Melalui pertemuan bentuk nan intens, koordinasi antarpetugas nan memegang tanggung jawab atas ribuan jemaah diharapkan bisa semakin solid dan kompak hingga akhir operasional.

Terkait kehadiran jemaah gelombang kedua nan dinilai jauh lebih rapi, cepat, dan teratur, Dendi membeberkan kuncinya terletak pada penyempurnaan manajemen operasional.

Pelayanan haji merupakan kerja multifungsi nan kompleks lantaran melibatkan ekosistem transportasi, akomodasi, hingga penanganan unik bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas.

"Sinergi nan kuat antarlini di lapangan terbukti bisa memangkas waktu tunggu dan mengurai potensi kepadatan saat jemaah tiba,” katanya.

Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Dendi Suryadi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik krusial pelayanan jemaah haji di Madinah. Foto: Dok. Kemenhaj RI

Menanggapi banyaknya pujian dari jemaah atas keahlian petugas pada gelombang pertama, Dendi meminta seluruh tim di lapangan untuk tidak terlena alias berpuas diri.

"Saya bilang kita senang dipuji, tapi kita menyadari bahwa ini belum sempurna, tentu. Oleh karena itu, agar tidak lengah, kita tidak terlalu berbesar hati, berbesar hati hati, terus saja pujian ini menjadi lecutan kita justru untuk melakukan lebih baik," tegasnya.

Dia mengingatkan para petugas agar tetap konsisten hingga akhir penugasan.

Sebagai langkah perbaikan ke depan, Kemenhaj berkomitmen untuk menampung seluruh masukan dan pertimbangan objektif langsung dari para pelaksana garda terdepan, mulai dari ketua sektor hingga ketua kloter.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan