Iran Tuntut AS Penuhi 5 Syarat Agar Selat Hormuz Dibuka Lagi

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta -

Pemerintah Iran menyebut nyaris mencapai kesepakatan final dengan Oman nan bakal menetapkan jalur pelayaran baru di antara kedua negara melalui Selat Hormuz.

Pemerintah Iran menyebut nyaris mencapai kesepakatan final dengan Oman nan bakal menetapkan jalur pelayaran baru di antara kedua negara melalui Selat Hormuz.

Iran juga menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) kudu memenuhi sejumlah syarat lainnya, termasuk memberikan kompensasi serta mengakhiri hukuman dan ancaman militer sebelum jalur perairan strategis tersebut dibuka kembali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari Reuters, Senin (10/8/2026), Selat Hormuz, nan sebelum bentrok menjadi jalur bagi sekitar seperlima minyak dan gas alam cair (LNG) dunia, secara efektif telah diblokir sejak serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Hal tersebut mendorong kenaikan nilai minyak dan inflasi. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan, pembicaraan dengan Oman mengenai pengaturan pelayaran melalui selat tersebut melangkah lancar dan konstruktif.

Ia juga menyebut kesepakatan mengenai peta rute pelayaran telah tercapai, sementara beberapa persoalan teknis mengenai pernyataan berbareng tetap belum terselesaikan.

Esmaeil juga mengatakan pembahasan tersebut mencakup sistem pelayaran nan aman, perlindungan lingkungan, jasa maritim, dan pemberantasan kejahatan. Dia menambahkan bahwa jasa semacam itu biasanya dilakukan dengan menerima pembayaran sebagai imbalannya.

5 Syarat Iran

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan kesepakatan dengan Oman telah memasuki tahap akhir. Tetapi, dia menegaskan bahwa Teheran tidak bakal membuka kembali jalur tersebut selain AS memenuhi sejumlah tuntutan nan diajukan Teheran.

Iran dan AS tidak melakukan pembicaraan secara langsung, dan Teheran tidak bakal memulainya selama Washington melanggar kesepakatan sementara nan ditandatangani pada Juni. Araqchi menambahkan bahwa pesan-pesan antara kedua pihak disampaikan melalui para perantara.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pihaknya tidak bermusyawarah secara sepenuhnya. Menurut Trump, AS hanya mengawasi Iran dengan inflasi nan tinggi serta tidak adanya anggaran negara.

"Kami hanya bermusyawarah secara setengah-setengah dengan mereka. Kami hanya mengawasi Iran dengan inflasi mereka nan sangat tinggi dan kebenaran bahwa mereka tidak punya uang," ujar Trump.

Araqchi mengatakan pembukaan kembali selat tersebut sebagian bakal berjuntai pada AS bayar kompensasi atas kerusakan nan ditimbulkan dalam serangkaian serangan besar-besaran terhadap Iran.

Sekretaris badan keamanan nasional tertinggi Iran nan bakal segera mengakhiri masa jabatannya, Mohammad Baqer Zolqadr, juga menyebut sejumlah syarat lainnya.

Rinciannya:

(1) Mengakhiri ancaman AS lebih lanjut terhadap Iran

(2) Menghentikan agresi terhadap Iran serta sekutu Iran di Lebanon, Palestina, Yaman, dan Irak

(3) Mencabut blokade angkatan laut AS di Teluk

(4) Mencabut hukuman terhadap Iran

(5) Mencabut pembekuan terhadap aset-aset Iran

(ily/hns)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance