Iran disebut tidak mempunyai rencana untuk menghadiri negosiasi dengan Amerika Serikat. Sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump, mengaku telah mengirimkan utusannya untuk negosiasi lanjutan dengan Iran di Pakistan pada Senin (20/4).
Dilansir AFP, Minggu (19/4), stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, mengutip sumber-sumber Iran nan mengatakan, "saat ini tidak ada rencana untuk berperan-serta dalam putaran selanjutnya dari pembicaraan Iran-AS".
Kantor buletin Fars dan Tasnim sebelumnya juga mengutip sumber anonim nan mengatakan "suasana secara keseluruhan tidak dapat dinilai sangat positif". Mereka menambahkan, pencabutan blokade AS adalah prasyarat untuk negosiasi.
Sementara itu, IRNA nan dikelola pemerintah Iran menyoroti blokade dan "tuntutan nan tidak masuk logika dan tidak realistis" dari AS. Mereka mengatakan, "dalam keadaan seperti ini, tidak ada prospek nan jelas untuk negosiasi nan membuahkan hasil".
Diketahui, perjanjian gencatan senjata Iran dengan AS-Israel bakal berhujung dalam 3 hari lagi.
Sejauh ini, sudah ada satu kali negosiasi nan berjalan selama 21 jam di Islamabad pada 11 April lalu. Negosiasi itu berhujung tanpa kesimpulan, meskipun persiapan untuk pembicaraan baru terus bersambung setelahnya.
"Kami menawarkan kesepakatan nan sangat setara dan masuk akal, dan saya minta mereka menerimanya," kata Trump dalam sebuah unggahan pada hari Minggu. Ia kembali menyampaikan ancaman bakal melancarkan serangan terhadap prasarana Iran jika kesepakatan tidak tercapai.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·