PM kolonialis Israel dan Presiden AS, Benjamin Netanyahu (kiri) dan Donald Trump (kanan).(X)
MENTERI Pertahanan sementara Iran, Brigadir Jenderal Majid Ebn-e-Reza, mengatakan bahwa negaranya menganggap setiap ancaman dari pihak musuh sebagai ancaman nan nyata dan layak mendapat perhatian serius.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ebn-e-Reza melalui pesan nan diunggah di akun media sosialnya pada Minggu (2/8) sebagai tanggapan atas ancaman dari pihak nan disebutnya sebagai musuh.
“Pernyataan musuh baru-baru ini, meskipun disampaikan dalam kerangka operasi psikologis dan perang kognitif, tetap kami pandang sebagai ancaman nan nyata dan kredibel,” tulisnya.
Ia menegaskan bahwa Iran tidak bakal lengah ataupun bersikap pasif. “Kami menjadikan setiap ancaman sebagai dasar untuk meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat pencegahan, dan mengembangkan keahlian kami,” ujarnya.
Pernyataan menteri Iran itu muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana serangan terhadap prasarana daya Iran menyusul peringatan keras dari para pejabat Iran bahwa setiap agresi baru dari AS maupun penjajah Israel bakal dibalas secara tegas.
Adapun pada Sabtu malam (1/8), Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan bahwa Teheran tetap siap mempertahankan kedaulatan, integritas wilayah, dan keamanan nasionalnya.
“Setiap tindakan permusuhan oleh Amerika Serikat alias kolonialis Israel, maupun keterlibatan alias kerja sama oleh negara-negara area dalam tindakan semacam itu, bakal mendapat respons nan tegas dan proporsional dari angkatan bersenjata Iran nan kuat,” kata Araghchi. (Ant/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·