Iran Sebut AS Bodoh jika Dukung Serangan Israel ke Lebanon

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan Amerika Serikat (AS) agar tidak mendukung serangan Israel ke Lebanon. Ia menilai langkah tersebut berpotensi menjadi "blunder" besar dan merusak upaya diplomasi di kawasan.

Dalam pernyataannya, Araghchi menegaskan bahwa membiarkan Israel melanjutkan agresi justru dapat memperburuk situasi dan menggagalkan gencatan senjata nan tetap rapuh.

"Jika AS mau menghancurkan ekonominya dengan membiarkan Netanyahu membunuh diplomasi, itu pada akhirnya bakal menjadi pilihan mereka. Kami pikir itu bakal bodoh," ujarnya, seperti dikutip Al Jazeera, Jumat (10/4/2026).

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya serangan militer Israel ke Lebanon, nan menurut laporan terbaru telah menewaskan ratusan orang dan memicu kekhawatiran runtuhnya kesepakatan damai.

Araghchi juga menyinggung motif politik Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dengan menyebut eskalasi bentrok bisa berangkaian dengan tekanan domestik, termasuk proses norma nan tengah dihadapinya. Ia menilai gencatan senjata regional, termasuk di Lebanon, dapat mempercepat tekanan terhadap Netanyahu.

Di sisi lain, Wakil Presiden AS JD Vance sebelumnya juga menggunakan istilah serupa saat memperingatkan Iran agar tidak menggagalkan gencatan senjata.

"Kami pikir itu bakal bodoh, tetapi itu adalah pilihan mereka," kata Vance.

Perbedaan tafsir soal apakah gencatan senjata mencakup Lebanon menjadi sumber utama ketegangan. Iran menegaskan Lebanon termasuk dalam kesepakatan, sementara Israel menolak klaim tersebut dan tetap melanjutkan operasi militernya.

Situasi di lapangan menunjukkan eskalasi belum mereda. Israel dilaporkan terus melancarkan serangan udara ke beragam wilayah Lebanon, termasuk area padat masyarakat di Beirut dan wilayah selatan, nan memperburuk krisis kemanusiaan.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengaku telah meminta Israel menahan diri. Namun, intensitas serangan tetap tinggi, menimbulkan keraguan atas efektivitas tekanan Washington terhadap sekutunya tersebut.

Iran pun mengisyaratkan opsi respons lebih keras jika serangan terus berlanjut, termasuk langkah strategis di jalur daya global. Langkah ini berpotensi memperluas bentrok dan mengguncang stabilitas ekonomi kawasan.

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News