Israel dan Lebanon bakal melakukan gencatan senjata pada Jumat (17/4) awal hari WIB. Kesepakatan tersebut disambut baik oleh Iran.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan kementeriannya menyambut baik kesepakatan tersebut. Menurutnya gencatan senjata tersebut bagian dari kesepakatan nan dibuat Iran dan AS.
“[Iran menyambut baik] pengumuman gencatan senjata di Lebanon dan mencatat bahwa penghentian perang di Lebanon adalah bagian dari kesepahaman gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat, nan dimediasi oleh Pakistan,” kata Baghaei dikutip dari Al-Jazeera, Jumat (17/4).
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Lewat media sosialnya, Trump bilang gencatan senjata bakal dimulai pada Kamis (16/4) pukul 17.00 EST alias Jumat (17/4) pukul 04.00 WIB.
"Kedua pemimpin ini telah sepakat bahwa untuk mencapai perdamaian antara negara mereka, mereka bakal secara resmi memulai gencatan senjata 10 hari pada pukul 17.00 EST," kata Trump dikutip dari Reuters, Jumat (17/4).
"Kedua belah pihak mau memandang perdamaian, dan saya percaya itu bakal terjadi, dengan cepat," tambahnya.
Trump memastikan kesepakatan itu tidak hanya dengan pemerintah Lebanon, tapi juga golongan Hizbullah nan merupakan pendukung Iran.
"Hari ini mereka bakal melakukan gencatan senjata, dan itu bakal mencakup Hizbullah," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·