Iran Peringatkan AS Jauhi Selat Hormuz, Siap Serang jika Dilanggar

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Sebuah perahu mendekati kapal kontainer Marsa Victory berbendera St Kitts dan Nevis saat berlayar di perairan Selat Hormuz di lepas pantai Khasab di semenanjung Musandam utara Oman pada 25 Juni 2025. Foto: Giuseppe Cacace/AFP

Iran memperingatkan pasukan Amerika Serikat (AS) agar tidak memasuki Selat Hormuz setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bakal membantu membebaskan kapal-kapal nan terjebak di Teluk akibat bentrok AS-Israel dengan Iran.

Iran menegaskan bakal merespons dengan keras setiap ancaman, serta meminta kapal komersial dan tanker minyak tidak bergerak tanpa koordinasi dengan militer Iran.

“Kami telah berulang kali mengatakan bahwa keamanan Selat Hormuz berada di tangan kami dan bahwa pelayaran nan kondusif kudu dikoordinasikan dengan angkatan bersenjata,” kata Kepala Komando terpadu tersebut, Ali Abdollahi dalam pernyataannya, dikutip dari Reuters, Senin (⅘).

“Kami memperingatkan bahwa setiap pasukan bersenjata asing, khususnya militer AS nan agresif, bakal diserang jika beriktikad mendekat dan memasuki Selat Hormuz,” tambahnya.

Pernyataan ini disampaikan setelah Trump menyampaikan rencana untuk membantu kapal dan awaknya nan terjebak di jalur pelayaran strategis tersebut.

Penutupan Selat Hormuz dilaporkan telah mulai menyebabkan kekurangan makanan dan pasokan setelah lebih dari dua bulan bentrok berlangsung.

“Kami telah memberi tahu negara-negara ini bahwa kami bakal memandu kapal-kapal mereka keluar dengan kondusif dari jalur perairan terbatas ini, sehingga mereka bisa kembali menjalankan aktivitas mereka dengan bebas,” kata Trump dalam unggahan di Truth Social, dikutip dari Reuters, Senin (⅘).

Sementara itu, Komando Pusat AS alias United States Central Command (CENTCOM) menyatakan bakal mendukung operasi tersebut dengan 15.000 personel militer, lebih dari 100 pesawat, kapal perang, dan drone.

“Dukungan kami terhadap misi melindungi ini sangat krusial bagi keamanan regional dan ekonomi global, sembari kami juga mempertahankan blokade laut,” kata Komandan CENTCOM, Brad Cooper.

Di tengah konflik, International Maritime Organization (IMO) melaporkan ada ratusan kapal dan sekitar 20.000 pelaut dilaporkan tidak dapat melintasi Selat Hormuz.

Tak lama setelah pernyataan Trump, badan United Kingdom Maritime Trade Operations melaporkan sebuah tanker terkena proyektil tak dikenal di wilayah selat tersebut.

video story embed

Seluruh awak kapal dilaporkan selamat dalam kejadian nan terjadi di sekitar perairan dekat Fujairah, Uni Emirat Arab, meski perincian kejadian tetap terbatas.

Selama lebih dari dua bulan, Iran telah memblokir nyaris seluruh pelayaran di area Teluk selain kapal miliknya sendiri, nan turut mendorong lonjakan nilai daya global.

Beberapa kapal nan mencoba melintasi selat dilaporkan ditembaki, dan Iran juga menyita sejumlah kapal lainnya. Bulan lalu, AS juga memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal dari pelabuhan Iran.

Pemerintahan Trump saat ini berupaya membentuk koalisi internasional guna mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz dengan mengombinasikan langkah diplomatik dan koordinasi militer.

Namun, belum jelas negara mana saja nan bakal terlibat maupun gimana sistem operasinya dijalankan. Trump juga memperingatkan setiap upaya mengganggu operasi AS bakal ditindak tegas dengan kekuatan militer.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan