Iran Konfirmasi Teken Kesepakatan Damai dengan AS

Sedang Trending 59 menit yang lalu
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baqaei memberikan keterangan pers di Kementerian Luar Negeri di ibu kota Teheran, pada 10 Februari 2026. Foto: ATTA KENARE / AFP

Iran mengonfirmasi telah menandatangani kesepakatan dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang, Rabu (17/6). Pengumuman ini memperkuat pernyataan nan sebelumnya disampaikan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan arsip nan diberi nama Islamabad Memorandum of Understanding telah difinalisasi dan ditandatangani oleh kedua kepala negara.

"Teks Memorandum Kesepahaman Islamabad telah dirampungkan dengan tanda tangan para presiden. Kini saatnya menguji penerapan perjanjian tersebut," kata Baqaei lewat pemberitaan nan dirilis instansi buletin IRNA, seperti dikutip dari Reuters.

Menurut Baqaei, proses penandatanganan dilakukan secara elektronik dan jarak jauh oleh kedua pemimpin. Karena itu, Iran menilai tidak ada kebutuhan mendesak untuk menggelar seremoni resmi.

Sebelumnya, pemerintah Swiss menyatakan sebuah upacara penandatanganan bakal digelar pada Jumat (19/6) di sebuah hotel pegunungan mewah nan menghadap Danau Lucerne. Acara itu disebut bakal dihadiri Ketua Parlemen Iran Bagher Ghalibaf serta Wakil Presiden AS JD Vance.

Namun Baqaei menegaskan bahwa bagi Iran, pengesahan oleh para pemimpin negara sudah cukup untuk memberikan legitimasi politik terhadap kesepakatan tersebut.

instagram embed

"Ketika teks ditandatangani oleh pejabat tertinggi kedua negara, pelanggaran terhadapnya secara alami bakal menimbulkan biaya politik nan lebih besar. Berdasarkan pengalaman kami, kami lebih memilih sistem seperti ini," ujarnya.

Teks komplit perjanjian itu telah dirilis oleh kedua pihak pada Rabu (17/6). Setelah penandatanganan, Iran dan AS bakal memasuki masa negosiasi lanjutan selama dua bulan guna membahas tahapan implementasi.

Salah satu langkah awal nan paling dinantikan adalah pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis nan menjadi penghubung utama perdagangan minyak dan gas dunia. Pembukaan kembali selat tersebut diperkirakan bakal membantu menstabilkan pasokan daya dunia nan sempat terganggu akibat konflik.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan