Iran dan Negara-Negara Teluk Laporkan Serangan Baru Setelah Gencatan Senjata Disetujui

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Iran dan Negara-Negara Teluk Laporkan Serangan Baru Setelah Gencatan Senjata Disetujui

Ilustrasi.

JAKARTA – Iran dan negara-negara Teluk melaporkan serangan, termasuk pencegatan rudal dan drone, beberapa jam setelah gencatan senjata sementara nan disepakati antara Amerika Serikat (AS) dan Teheran. Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan mereka tetap “siap menembak” dan “siap menanggapi serangan apa pun dengan kekuatan nan lebih besar, meskipun ada gencatan senjata.”

Di Uni Emirat Arab (UEA), pihak berkuasa pada Rabu (8/4/2026) melaporkan bahwa puing-puing dari pencegatan oleh sistem pertahanan udara menyebabkan tiga orang terluka dan kebakaran di akomodasi pengolahan gas Habshan. Korban luka termasuk dua penduduk negara Emirat dan satu penduduk negara India, kata Kantor Media Abu Dhabi, seraya menambahkan bahwa kejadian tersebut mendorong penangguhan operasi di akomodasi tersebut.

Laporan ini muncul setelah pada Selasa (7/4/2026) Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa dia setuju “untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu.”

Di Bahrain, beberapa rumah rusak setelah puing-puing dari drone Iran nan dicegat jatuh di wilayah pemukiman. Puing-puing tersebut jatuh di wilayah Sitra, kata pernyataan Kementerian Dalam Negeri, sebagaimana dilansir TRT.

Negara Teluk lain, Kuwait, juga mengatakan pada Rabu bahwa pertahanan udaranya mencegat gelombang drone Iran nan menargetkan prasarana daya negara itu. Kuwait mendesak Iran dan sekutunya untuk menghentikan permusuhan.

Ledakan di Kilang Lavan Iran

Sementara itu, ledakan dilaporkan terjadi pada Rabu di kilang Lavan di Iran selatan, beberapa jam setelah pengumuman gencatan senjata dua minggu antara Teheran dan Washington, menurut media Iran.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com