
Iran Bombardir Kota Dekat Situs Nuklir Utama Israel, 100 Orang Terluka (Reuters via Aljazeera)
JAKARTA - Iran melancarkan serangan rudal menargetkan akomodasi nuklir utama Israel di Kota Dimona selatan dan Arad, Sabtu (21/3/2026). Tim penyelamat Israel mengatakan lebih dari 100 orang terluka dalam serangan rudal Iran tersebut.
1. Serang Situs Nuklir Israel
Televisi pemerintah Iran menggambarkan serangan hari Sabtu sebagai "tanggapan" terhadap apa nan mereka sebut sebagai serangan terhadap kompleks pengayaan nuklir Natanz Iran sebelumnya pada hari itu. Serangan ini menandai fase baru nan mencolok dari penargetan balas dendam dalam konflik, nan sekarang memasuki minggu keempatnya.
Melansir Al Jazeera, Minggu (22/3/2026), setidaknya 88 orang terluka di Arad, termasuk 10 orang dalam kondisi serius, menurut jasa darurat Israel, dengan kerusakan luas dilaporkan di pusat kota.
Sebanyak 39 orang lainnya terluka di Dimona, termasuk seorang anak laki-laki berumur 10 tahun nan menurut paramedis berada dalam kondisi kritis, dengan beberapa luka akibat pecahan peluru, setelah beberapa gedung tempat tinggal hancur.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam pidatonya mengenai serangan tersebut, menyebutnya sebagai malam nan "sulit" bagi Israel. Ia berjanji untuk terus menyerang Iran. Serangan AS-Israel sejak 28 Februari telah menewaskan lebih dari 1.500 orang, termasuk lebih dari 200 anak-anak, menurut media pemerintah Iran.
Seorang ahli bicara militer Israel mengatakan sistem pertahanan udara Israel diaktifkan selama serangan tersebut, tetapi kandas mencegat beberapa rudal, meskipun rudal tersebut bukan "rudal unik alias asing".
"Di Dimona dan Arad, rudal pencegat diluncurkan tetapi kandas mengenai sasaran, mengakibatkan dua serangan langsung oleh rudal balistik dengan hulu ledak seberat ratusan kilogram," kata petugas pemadam kebakaran.
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan pihaknya tidak menerima indikasi kerusakan pada Pusat Penelitian Nuklir Shimon Peres Negev di Dimona itu sendiri, dan tidak ada tingkat radiasi abnormal nan terdeteksi di wilayah tersebut.
Badan pengawas nuklir mengatakan pihaknya memantau situasi dengan cermat, dengan Direktur Jenderal Rafael Grossi mendesak agar “pengekangan militer maksimal kudu diperhatikan, khususnya di sekitar akomodasi nuklir”.
Berdasarkan laporan Al Jazeera dari di Tepi Barat nan diduduki, tiga letak akibat terpisah telah diidentifikasi di Dimona, dengan satu gedung tiga lantai runtuh sepenuhnya dan beberapa kebakaran terjadi.
Rekaman saksi mata nan diverifikasi oleh Al Jazeera, nan dilarang beraksi di dalam Israel, menunjukkan sebuah rudal menghantam kota, diikuti oleh ledakan besar.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·