Jakarta, CNBC Indonesia - Iran mengusulkan proposal tenteram terbaru kepada Amerika Serikat nan mencakup penghentian bentrok di seluruh kawasan, termasuk Lebanon, penarikan pasukan AS dari wilayah dekat Iran, hingga tuntutan kompensasi atas kerusakan akibat perang AS-Israel.
Proposal itu muncul ketika kesempatan tercapainya kesepakatan baru antara Washington dan Teheran kembali menghangat di tengah kebuntuan perang nan sudah berjalan berbulan-bulan.
Media pemerintah Iran, IRNA, pada Selasa (19/5/2026) melaporkan proposal terbaru tersebut menjadi tawaran baru Teheran kepada Washington untuk mengakhiri bentrok nan meletus sejak serangan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu.
Dalam komentar publik pertama Iran mengenai proposal tersebut, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan Teheran juga menuntut pencabutan hukuman ekonomi, pembebasan biaya Iran nan dibekukan di luar negeri, serta penghentian blokade laut AS terhadap negaranya.
Menurut laporan IRNA, Iran menginginkan seluruh permusuhan dihentikan di beragam front bentrok kawasan, termasuk di Lebanon, tempat golongan Hizbullah nan didukung Teheran terus berkonfrontasi dengan Israel.
Isi proposal terbaru Iran tersebut dinilai tidak jauh berbeda dari tawaran sebelumnya nan pekan lampau ditolak mentah-mentah oleh Presiden AS Donald Trump. Trump saat itu menyebut proposal Iran sebagai "sampah".
Meski demikian, Trump pada Senin mengungkapkan dirinya menunda rencana melanjutkan serangan terhadap Iran setelah menerima proposal tenteram baru dari Teheran. Ia apalagi menyebut kesempatan tercapainya kesepakatan sekarang cukup besar.
"Ada kesempatan nan sangat bagus bahwa mereka bisa menemukan jalan keluar," kata Trump, dilansir Reuters.
Trump menambahkan dirinya bakal sangat senang jika kesepakatan dapat dicapai tanpa kudu kembali melancarkan serangan besar terhadap Iran.
"Jika kita bisa melakukan itu tanpa mengebom mereka habis-habisan, saya bakal sangat senang," ujarnya.
Pernyataan Trump muncul di tengah tekanan internasional agar bentrok segera diakhiri demi membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis bumi nan menjadi rute utama pengedaran minyak dan beragam komoditas global.
Selama perang berlangsung, Iran memperketat kontrol atas Selat Hormuz sehingga mengganggu arus perdagangan daya dunia.
Trump sebelumnya beberapa kali menyatakan optimistis kesepakatan tenteram sudah dekat, namun di saat berbarengan juga menakut-nakuti Iran dengan serangan besar jika Teheran menolak mencapai kesepakatan.
Dalam unggahan media sosialnya, Trump mengatakan para pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab meminta dirinya menunda serangan terhadap Iran.
"Kesepakatan bakal tercapai, nan bakal sangat bisa diterima oleh Amerika Serikat, juga semua negara di Timur Tengah dan sekitarnya," tulis Trump.
Sumber Pakistan mengonfirmasi Islamabad telah menyampaikan proposal Iran tersebut kepada Washington.
Pakistan memang menjadi mediator komunikasi antara kedua pihak sejak menjadi tuan rumah satu-satunya putaran pembicaraan tenteram bulan lalu. Namun, sumber tersebut mengakui negosiasi tetap berjalan alot.
"Kedua pihak terus mengubah sasaran mereka," kata sumber Pakistan tersebut. "Kita tidak punya banyak waktu," tambahnya.
Sementara itu, meski kedua pihak belum secara terbuka mengumumkan konsesi dalam negosiasi nan mandek selama sebulan terakhir, seorang pejabat senior Iran mengatakan Washington mulai melunakkan sebagian tuntutannya.
Menurut sumber tersebut, AS disebut telah setuju membebaskan seperempat biaya Iran nan dibekukan di bank-bank luar negeri dengan total mencapai puluhan miliar dolar AS. Namun, Iran menginginkan seluruh aset tersebut dibebaskan.
Sumber Iran itu juga menyebut Washington mulai lebih elastis mengenai aktivitas nuklir tenteram Iran di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Meski demikian, pemerintah AS belum mengonfirmasi adanya kesepakatan apapun dalam perundingan tersebut.
Seorang pejabat AS nan berbincang anonim juga membantah laporan instansi buletin Tasnim nan menyebut Washington telah setuju mencabut hukuman minyak terhadap Iran selama negosiasi berlangsung.
(luc/luc)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·