Anggie Ariesta
, Jurnalis-Selasa, 20 Oktober 2026 |17:20 WIB

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan operasional dan transaksi perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap melangkah secara teratur. (Foto: Okezone.com/IMG)
JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan operasional dan transaksi perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap melangkah secara teratur, wajar, dan efisien. Langkah ini dilakukan untuk meredam kepanikan pasar setelah pengumuman mendadak dari penyedia indeks dunia (index provider) pada pekan lalu.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa OJK, Hasan Fawzi, mengatakan OJK berbareng BEI bergerak sigap menggelar perbincangan dengan para pemangku kepentingan, mulai dari analis, personil bursa, manajer investasi, hingga pengelola biaya pensiun. Dialog tersebut bermaksud menyampaikan info terverifikasi mengenai kondisi pasar.
"Tentu kita harapkan tidak terjadi kepanikan berkelanjutan. Faktor ketakutan nan mungkin diakibatkan oleh info nan datang terlalu mendadak dan perlu waktu untuk dicerna, tentu kita harapkan bakal lebih sigap diimbangi dengan kejelasan dan info nan sifatnya terverifikasi," kata Hasan kepada awak media di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Hasan mengingatkan investor, khususnya penanammodal ritel domestik, agar tidak mengambil keputusan investasi alias menjual portofolio hanya lantaran panik tanpa memahami info secara utuh.
"Ada nan menjual, ada nan membeli. Saya kira pada akhirnya itulah dinamika pasar. Tapi jika menjual hanya lantaran kepanikan, ketakutan nan tidak berdasarkan info nan lengkap, tentu sangat disayangkan. Demikian juga sebaliknya," ujarnya.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·