Jakarta -
Perusahaan asal China, Suzhou Artisans Decoration Engineering Co., Ltd. (SADE), berencana membangun pabrik furnitur di Wiraraja Madura Industrial Estate (WMIE) III, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Proyek tersebut diperkirakan menelan investasi US$ 10 juta alias Rp 176 miliar (kurs Rp 17.600).
PT Wiraraja Madura Internasional dan Suzhou Artisans telah menjalin kerja sama melalui Joint Development Agreement (JDA). Berdasarkan kesepakatan tersebut, akomodasi manufaktur direncanakan berdiri di atas lahan sekitar 10 hektare.
Rencana pengembangan meliputi pembangunan pabrik manufaktur furnitur, instalasi lini produksi, mesin dan peralatan, aktivitas produksi, pergudangan, logistik serta akomodasi pendukung. Suzhou Artisans juga bakal menyediakan teknologi, mesin, peralatan dan pengetahuan produksi untuk akomodasi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Direktur PT Wiraraja Madura Internasional sekaligus Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) Akhmad Ma'ruf Maulana berambisi masuknya investasi dapat mendorong Bangkalan menjadi pusat pertumbuhan industri baru di Jawa Timur.
"Kami optimistis Bangkalan dapat tumbuh menjadi pusat pertumbuhan industri baru di Jawa Timur. Posisi Bangkalan strategis sebagai pintu gerbang Madura dan terhubung langsung dengan Surabaya melalui Jembatan Suramadu. Sekarang nan kami sorong adalah gimana kelebihan letak itu diterjemahkan menjadi investasi, aktivitas ekonomi dan lapangan kerja," kata Ma'ruf dalam keterangan tertulis, Jumat (11/9/2026).
Selain penanammodal China, perusahaan asal Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), ODASCO LLC juga menjajaki pengembangan prasarana dan utilitas di area tersebut. Perusahaan itu mempunyai pengalaman di bagian pengolahan air, desalinasi dan energi.
Kerja sama dengan ODASCO diarahkan untuk pengembangan akomodasi pengolahan dan desalinasi air laut, pengolahan air permukaan, daya terbarukan berbasis solar PV dengan opsi penyimpanan baterai alias sistem hibrida, serta pengolahan air limbah domestik dan industri.
Skema nan tengah dijajaki menggunakan model jangka panjang berbasis OPEX/build-own-operate. ODASCO diproyeksikan menangani desain, pembiayaan, pengadaan, bangunan hingga pengoperasian fasilitas. Namun, struktur tarif dan komersial baru bakal ditentukan setelah studi kepantasan dan due diligence.
Ma'ruf mengatakan masuknya industri dan kesiapan utilitas kudu melangkah beriringan. Ketersediaan air, energi, pengolahan limbah, logistik dan prasarana nan andal menjadi aspek krusial untuk meningkatkan daya saing kawasan.
"Kami tidak mau menunggu penanammodal masuk baru menyiapkan infrastrukturnya. Kawasan kudu semakin siap ketika kebutuhan industri tumbuh. Karena itu, masuknya manufaktur dan penyiapan utilitas kami sorong melangkah beriringan," ujarnya.
Khalid Odeh Al Salem, Vice President Business and Board Member ODASCO LLC, menyampaikan optimisme terhadap prospek investasi di Madura.
Menurutnya, pengembangan area industri di Bangkalan membuka kesempatan bagi investasi jangka panjang, terutama seiring meningkatnya kebutuhan prasarana dan utilitas untuk menopang pertumbuhan industri.
"Kami memandang potensi nan kuat di Madura, khususnya di Bangkalan, sebagai destinasi baru bagi investasi industri. Kami optimistis mengenai kesempatan untuk berinvestasi dan mengembangkan solusi prasarana jangka panjang di sini, berbareng Wiraraja serta dengan support pemerintah wilayah dan provinsi," kata Khalid.
Pengembangan WMIE III juga diarahkan untuk masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Pemprov Jawa Timur menyatakan dukungannya terhadap percepatan pengembangan kawasan, termasuk proses pengusulan WMIE menjadi bagian dari PSN dengan tetap memenuhi kualifikasi dan izin nan berlaku.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi terhadap kepercayaan penanammodal untuk mengembangkan investasi di Jawa Timur. Khofifah menekankan bahwa kepercayaan penanammodal kudu berujung pada faedah ekonomi nan lebih luas bagi wilayah dan masyarakat.
"Setiap investasi adalah sebuah trust. Kita tentu berambisi investasi tersebut memberikan multiplier effect nan bisa memberikan faedah bagi masyarakat," tegas Khofifah.
(ily/hns)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·