Investasi Ciptakan Kemandirian di Industri Kesehatan RI, Kok Bisa?

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap bahwa industri kesehatan dalam negeri bisa berkembang tanpa kudu berjuntai dari luar negeri. Terlebih, industri kesehatan nasional dapat menarik minat investasi nan sangat besar.

"Saya bilang ke teman-teman, mulainya memang awalnya kita mau menjaga ketahanan kesehatan kita agar jangan berjuntai dari luar negeri. Pengalaman Covid, begitu ada pandemi, di lockdown nggak bisa import. jika kita tergantung ke luar negeri," ungkap dia dalam Economic Update 2026 CNBC Indonesia dengan tema 'Capaian Kinerja dan Arah Penguatan Program Prioritas Kementerian', Rabu (24/6/2026).

Menurut dia industri kesehatan nasional bisa menarik minat penanammodal lantaran pertumbuhan keahlian nan positif dalam beberapa tahun. Di mana shopping kesehatan tercatat mencapai Rp 640 triliun dalam satu tahun alias tumbuh 9% hingga 11%.

"Saya sekarang sedang obrolan dengan satu perusahaan dari Jepang nan mau investasi 1 billion USD. Itu kan 1 billion USD kelak bakal jadi 3 billion GDP," ungkap dia.

Tak hanya itu beragam perusahaan internasional nan melirik potensi ini ialah General Electric, Aspen Medical, Swire Group, dan SK Plasma.

"Yang sudah datang ke kita juga Apollo Hospital, mau kerja sama dengan Mayapada, itu juga mau masuk. Belum investor-investor dalam negeri seperti Astra dan Djarum kan masuk ke Hermina," terang Budi.

Di samping jasa kesehatan, produsen kesehatan dalam negeri pun mulai bisa memproduksi beragam perangkat kesehatan, seperti antropometri, USG, vaksin, hingga CT Scan. Produksi ini dilakukan melalui kerja sama dengan perusahaan global.

"GE (General Electric) itu sekarang masuk kerja sama dengan Kalbe. Untuk bikin industri CT Scan nan cukup complicated ini di dalam negeri," ujar dia.

Sedangkan untuk produksi obat-obatan vaksin, saat ini terdapat tiga produsen dari dalam negeri, ialah Bio Farma, Etana, dan Biotis.

(dpu/dpu)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News