Bupati Klaten memberikan sambutan pada pembukaan ICHC 2026 di Pendapa Kabupaten.(MI/DJOKO SARDJONO)
KABUPATEN Klaten berbesar hati dipercaya menjadi penyelenggara The 35th International Cycling History Conference (ICHC) 2026. Konferensi sejarah bersepeda internasional tahun ini diselenggarakan di Pendapa Kabupaten Klaten.
Kegiatan ICHC 2026 di Kabupaten Klaten, Rabu (20/5), dihadiri Duta Besar Belanda Marc Gerritsen, Duta Besar Jerman HE Ralf Beste, Yusuf Nugroho dari Kementerian Perhubungan RI, Sekda Jateng Sumarno, dan Amalinda Savirasi dari Universitas Gajah Mada.
Acara ICHC merupakan forum akademik bergengsi nan menjadi bagian dari rangkaian aktivitas Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) pada 17-24 Mei 2026, nan dipusatkan di Kabupaten Klaten termasuk area Candi Prambanan.
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, dalam sambutannya pertama-tama menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta dan delegasi ICHC 2026 dari beragam penjuru dunia. Kehadirannya merupakan kehormatan bagi Kabupaten Klaten.
Tahun ini, Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah ICHC, dan Kabupaten Klaten dipilih sebagai tempat penyelenggaraan. Hal ini bukan sekadar kehormatan, tetapi juga bukti Klaten mempunyai nilai, semangat, dan daya tarik bagi bumi internasional.
“Kami merasa bangga, untuk pertama kali aktivitas ICHC dihadiri peserta lebih dari 40 negara. Ini luar biasa dan menunjukkan bahwa sepeda bukan hanya perangkat transportasi, tetapi juga simbol persahabatan, sejarah, keberlanjutan, dan kemanusiaan lintas bangsa,” ujarnya.
Menurut Hamenang, olahraga dan budaya bersepeda di tengah tantangan dunia saat ini bisa menjadi bahasa universal nan menyatukan perbedaan. Melalui forum ICHC, kita tidak hanya membahas tentang sejarah sepeda, tetapi juga peradaban, lingkungan, kesehatan, pariwisata, dan masa depan mobilitas bumi nan lebih ramah lingkungan.
Perlu diketahui, bahwa untuk pertama kali aktivitas konvensi (ICHC) dan KLIC Fest di Kabupaten Klaten digelar selama delapan hari penuh. Ini menunjukkan antusiasme, dedikasi, dan kesungguhan seluruh pihak dalam membangun sebuah perhelatan internasional.
“Selama delapan hari, para peserta tidak hanya mengikuti konvensi ilmiah, tetapi juga menikmati kehidupan masyarakat Klaten, menjelajahi desa-desa budaya, menikmati kuliner lokal, menyaksikan tradisi masyarakat, serta merasakan langsung keramahtamahan warga,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Klaten berambisi aktivitas ICHC dan KLIC Fest 2026 menjadi kenangan bagus bagi peserta nan dibawa pulang ke negara masing-masing, sekaligus memperkenalkan Kabupaten Klaten kepada bumi sebagai wilayah terbuka, aman, nyaman, dan penuh nilai budaya.
Kegiatan ICHC 2026 diakhiri dengan pembacaan Piagam Klaten tentang sepeda, kebudayaan, dan masa depan berkelanjutan, ialah menyatakan:
- Sepeda adalah warisan budaya bumi sekaligus instrumen masa depan.
- Kota nan baik adalah kota nan ramah bagi manusia.
- Bersepeda adalah tindakan nyata berkelanjutan.
- Kebudayaan adalah fondasi mobilitas berkelanjutan.
- Desa, kota kecil, dan area budaya mempunyai peran krusial dalam masa depan dunia. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·