Insiden Panas di Liga Champions 2026-2027, Erling Haaland Ngamuk Bokongnya Diremas Pemain FC Porto

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Insiden Panas di Liga Champions 2026-2027, Erling Haaland Ngamuk Bokongnya Diremas Pemain FC Porto

Duel Erling Haaland vs Pablo Rosario. (Foto: Instagram/brfootball)

PORTO – Kemenangan 2-0 Manchester City atas FC Porto di laga perdana fase liga Liga Champions 2026-2027 diwarnai dengan tensi panas dan sebuah kejadian nan tak terduga. Pertandingan nan digelar di Estadio do Dragao, pada  tersebut dihiasi beragam drama emosional, baik di dalam lapangan maupun di lorong stadion.

Sorotan utama tertuju pada striker jagoan Man City, Erling Haaland, nan mengaku mengalami kejadian di luar nalar. Bintang asal Norwegia itu menyebut pemain Porto, Pablo Rosario, secara sengaja meremas bagian bokongnya pada masa injury time.

1. Diwarnai Banyak Insiden

Insiden tersebut bermulai ketika Rosario melanggar Haaland sesaat setelah sang penyerang memastikan kelebihan lewat gol keduanya. Pelanggaran ini memicu keributan mini antar pemain, nan ironisnya justru membikin Haaland ikut diganjar kartu kuning oleh wasit.

Menanggapi kejadian unik di penghujung laga itu, Haaland memberikan komentar nan cukup menggelitik.

"Saya sangat berhasrat mencetak hat-trick dan sepertinya dia sangat berambisi untuk mencegah saya. Anda kelak bakal memandang foto saat dia meremas pinggul saya. Akan sangat menarik untuk memandang foto tersebut," ungkap Haaland, mengutip dari ESPN, Kamis (10/9/2026).

 Instagram/brfootball) Erling Haaland vs Pablo Rosario. (Foto: Instagram/brfootball)

Sejatinya, atmosfer pertandingan memang sudah panas sejak babak pertama berakhir. Para pemain dari kedua kubu diketahui sempat terlibat adu mulut dan tindakan saling sorong saat melangkah menuju lorong ruang tukar saat turun minum.

Pemicu utama kemarahan kubu tuan rumah adalah kejadian tumbukan bentuk nan melibatkan bek Man City, Marc Guehi. Siku Guehi mengenai kepala Gabri Veiga saat berduel di udara hingga berdarah, namun wasit tidak memberikan kartu merah, memicu protes keras nan apalagi mengharuskan petugas keamanan turun tangan.

Kekecewaan mendalam pun diutarakan secara terbuka oleh pembimbing Porto, Francesco Farioli.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑