SDG Innovation Accelerator for Young Professionals (SDGI) 2026: Closing Ceremony & Solutions Showcase nan digelar oleh UN Global Compact Network Indonesia (IGCN) di Jakarta, Senin (27/7).(MI/HO)
WAKTU menuju sasaran pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) 2030 kian mendesak. Di tengah tantangan perubahan suasana dan transformasi digital, inovasi dari generasi muda di sektor swasta muncul sebagai kunci utama untuk mempercepat praktik upaya berkepanjangan nan berakibat luas bagi masyarakat.
Semangat ini menjadi ruh dalam aktivitas SDG Innovation Accelerator for Young Professionals (SDGI) 2026: Closing Ceremony & Solutions Showcase nan digelar oleh UN Global Compact Network Indonesia (IGCN) di Jakarta, Senin (27/7).
Acara ini merupakan puncak dari program intensif selama enam bulan nan membekali talenta muda dengan keahlian menciptakan solusi nyata bagi perusahaan dan agenda global.
Perayaan Inovasi dan Kolaborasi
Presiden IGCN, Y. W. Junardy, menegaskan bahwa aktivitas ini bukan sekadar seremoni penutupan, melainkan seremoni atas lahirnya solusi konkret. Saat ini, Indonesia telah mencapai sekitar 62% dari sasaran SDGs, namun tantangan geopolitik dan kemajuan teknologi seperti kepintaran artifisial (AI) menuntut bumi upaya untuk terus beradaptasi.
“Hari ini adalah seremoni perjalanan ahli muda dalam mengembangkan penemuan nan berdampak. Dari 18 proposal nan dikembangkan, satu tim bakal membawa nama Indonesia ke arena UN Global Compact Leaders Summit di New York,” ujar Junardy.
Senada dengan perihal tersebut, Koordinator Residen PBB di Indonesia, Gita Sabharwal, menyoroti pentingnya akibat tiga dimensi: keberlanjutan lingkungan, inklusi sosial, dan kemakmuran ekonomi. Menurutnya, kemitraan lintas sektor menjadi katalisator utama untuk mengubah pendapat menjadi tindakan jangka panjang.
Data Program SDGI 2026:
| Durasi Program | 6 Bulan |
| Peserta | 72 Inovator (18 Tim) |
| Jumlah Perusahaan | 18 Perusahaan |
| Capaian SDGs Indonesia | ± 62 Persen |
Inovasi sebagai Fondasi Ketahanan Bangsa
Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN, Prof. Dr. Ir. Nunung Nuryartono, M.Si., menyatakan bahwa riset dan penemuan adalah fondasi menuju Indonesia Emas 2045. BRIN sendiri terus mendorong pemanfaatan teknologi nuklir dan keantarusahaan untuk mitigasi musibah serta ketahanan pangan.
Sementara itu, Leonardo A. A. Teguh Sambodo dari Bappenas menambahkan bahwa nilai terbesar program SDGI terletak pada proses pembentukan karakter peserta sebagai problem solver. Dunia upaya diharapkan terus memberikan ruang bagi perspektif baru anak muda dalam menjawab rumor ekonomi sirkular dan pengurangan emisi.
Apresiasi dan Pemenang Utama
Puncak aktivitas ditandai dengan pemberian penghargaan kepada sembilan tim nan dinilai mempunyai potensi akibat terbaik. PT Petrokimia Gresik Solusi Agroindustri sukses meraih gelar tertinggi dan bakal mewakili Indonesia di kancah internasional.
| Distinguished SDG Innovator 2026 | PT Petrokimia Gresik Solusi Agroindustri (Inovasi: GladiAgro) |
| Outstanding SDG Innovators 2026 | Bakrie Renewable Chemicals, Bank Jago, BIRU, MIND ID, PT Pertamina (Persero), Pertamina Patra Niaga, Pupuk Indonesia, TBS. |
Inovasi "GladiAgro: Next-Gen Soil Revival" dari PT Petrokimia Gresik menjadi sorotan lantaran konsentrasi pada pemulihan kesehatan tanah menggunakan pupuk hayati dan mikroba unggul. Solusi ini bakal dipresentasikan pada UN Global Compact Leaders Summit di New York, 22–23 September 2026, sebagai bukti nyata kontribusi inovator muda Indonesia bagi dunia. (Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·