Ilustrasi(MI/Hery Susetyo)
BERAWAL dari tanaman nan kerap dipandang sebelah mata dan hanya dijadikan sayur cerah alias pakan ternak, daun kelor (Moringa oleifera) sekarang menjelma menjadi produk olahan herbal berbobot ekonomi tinggi. Potensi besar inilah nan sukses dimanfaatkan oleh Anita Wahyu Deviani, 41, seorang pengusaha UMKM sekaligus pembimbing IPAS di SMKN Kasiman asal Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Melalui lini upaya berjulukan Herbasina Nutrindo nan dirintis sejak masa pandemi Covid-19, Anita mematahkan dugaan lama masyarakat mengenai pemanfaatan daun kelor.
"Daun kelor oleh masyarakat biasanya hanya digunakan untuk sayur cerah dan pakan kambing, padahal bisa diolah menjadi produk berbobot tinggi," kata Anita saat memamerkan produk unggulannya di booth UMKM Binaan SKK Migas dan KKKS Jabanusa di Hotel Tentrem, Yogyakarta, pada 15–17 September 2026.
Mengawali upaya dari teh celup kelor, Anita melakukan diversifikasi produk menjadi beragam jenis inovatif seperti kapsul kelor, cokelat kelor (MoriChoco), minyak kelor, mie goreng kelor, es krim kelor, hingga sempol kelor. Inovasi olahan ini sekaligus menjadi solusi bagi para orang tua.
"Produk-produk nan kami buat bisa membantu orang tua nan anaknya susah makan sayuran, lantaran di dalam mie, cokelat, es krim, hingga sempol sudah terkandung kebaikan daun kelor," jelas Anita.
Nilai gizi tinggi kelor—yang telah diakui World Health Organization (WHO) sebagai superfood dan miracle tree—dioptimalkan Anita berbekal latar belakang akademisnya di bagian IPA. Tanaman ini terbukti berguna menangkal radikal bebas, menurunkan gula darah, mengurangi peradangan, menjaga kesehatan jantung, hingga meningkatkan imunitas.
Khasiat tersebut diakui langsung oleh Kepala Divisi Prokom SKK Migas Heru Setyadi saat mencicipi Wedang Celup Daun Kelor di pameran berbareng Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa Anggono Mahendrawan.
"Rasanya enak, khasiatnya katanya bisa bikin awet muda," kelakar Heru Setyadi di sela peninjauan booth.
Usaha nan mendapat support penuh dari Pertamina EP Cepu Zona 12 ini tidak hanya mengubah nasib komoditas lokal, tetapi juga membuka lapangan kerja. Anita memberdayakan lima tenaga kerja di rumahnya, di mana tiga di antaranya merupakan siswanya sendiri.
Kini, upaya olahan kelor tersebut kian melesat. Didukung pembinaan komprehensif Pertamina—mulai dari digital marketing, perbaikan kemasan, hingga training mutu—Herbasina Nutrindo sukses lolos UMKM Academy 2025, terpilih di arena SMEEXPO, dan bersiap tampil di pameran internasional Trade Expo Indonesia (TEI) pada 14–18 Oktober mendatang untuk menembus pasar global. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·