Inovasi Bioplastik Pelepah Pisang Klutuk dari IPB University(ipb.ac.id)
TIM peneliti dari IPB University nan terdiri dari kerjasama pengajar dan mahasiswa sukses menciptakan inovasi bungkusan ramah lingkungan berupa bioplastik antimikrob. Memanfaatkan limbah pelepah pisang klutuk, penemuan ini dirancang unik untuk meningkatkan masa simpan daging segar sekaligus menjadi solusi pengurangan sampah plastik.
Inovasi ini telah resmi mendapatkan status Paten Granted dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), Kementerian Hukum RI. Judul paten nan terdaftar adalah "Formula Bioplastik Antimikrob Berbasis Selulosa Pelepah Pisang Klutuk dengan Penambahan Essential Oil Serai Wangi untuk Meningkatkan Umur Simpan Daging Segar".
Tim developer penemuan ini terdiri dari mahasiswa Della Orya Febriana, Nurul Izzah Fasya, Pharidisya Rachmi Sativa, Ario Ilham, dan Erizka Febiazni, di bawah pengarahan Dr. Nur Wulandari. Selain meraih paten, riset ini juga sukses menembus babak final Pekan Ilmiah Nasional (Pimnas) melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).
Keunggulan dan Mekanisme Kerja
Dr. Nur Wulandari menjelaskan bahwa bioplastik ini mempunyai kegunaan nan serupa dengan plastic wrap konvensional, namun dengan nilai tambah nan signifikan.
"Keunggulannya adalah mempunyai sifat antimikrob nan bisa menghalang kerusakan daging segar dengan menekan pertumbuhan bakteri," ujarnya.
Proses produksinya melibatkan ekstraksi minyak asiri serai wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendle) dan selulosa dari pelepah pisang klutuk (Musa balbisiana Colla). Bahan-bahan tersebut kemudian melalui tahap pencampuran, pemanasan, pencetakan, hingga pendinginan menjadi lembaran bioplastik siap pakai.
Berdasarkan hasil pengujian, bioplastik ini terbukti jauh lebih efektif dalam menjaga kualitas daging dibandingkan plastik biasa. Berikut adalah komparasi efektivitasnya:
| Plastik Wrap Konvensional | 2 Hari | Sulit terurai (Limbah) |
| Bioplastik Pelepah Pisang IPB | 4 Hari | Mudah terdegradasi (Zero Waste) |
Mendukung Keberlanjutan
Della Orya Febriana, salah satu inventor, mengakui bahwa bioplastik ini mempunyai karakter nan lebih mudah menyerap air dibandingkan plastik sintetis. Namun, dia menegaskan bahwa sifat inilah nan justru menjadi kunci keramahan lingkungannya.
"Hal itulah nan membikin bioplastik ini dapat terdegradasi dengan baik di lingkungan. Inovasi ini bakal sangat berfaedah bagi supermarket, restoran, hotel, maupun pelaku upaya pangan nan menyediakan daging segar premium," kata Della.
Dengan hadirnya formula ini, tim IPB University berambisi dapat memberikan perlindungan ganda: menjaga keamanan pangan bagi konsumen dan melindungi bumi dari akibat negatif bungkusan plastik sekali pakai. (Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·