Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus kebut proses pembangunan Jalan Tol Serpong-Bogor via Parung sebagai bagian dari penguatan konektivitas di area Jabodetabek. Jalan tol sepanjang 32 kilometer tersebut diharapkan bisa memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan efisiensi pengedaran logistik.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, saat ini proyek tetap berada pada tahap penyusunan perencanaan teknis nan ditargetkan rampung pada tahun ini.
"Progres proyek saat ini tetap dalam tahap penyusunan perencanaan teknis, dengan Progres mendekati 80%. Kami terus mempercepat proses agar tahapan perencanaan dapat selesai tahun ini," ujar Dody dalam keterangan tertulisnya, Minggu (31/5/2026).
Pembangunan Jalan Tol Serpong-Bogor via Parung mempunyai nilai investasi sebesar Rp12,35 triliun dan dilaksanakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) tanpa support APBN. Kehadiran jalan tol ini diproyeksikan memangkas waktu tempuh perjalanan dari Bogor menuju Tangerang menjadi sekitar 45 menit.
Dari sisi teknis, jalan tol bakal dilengkapi dua junction utama, ialah Junction Salabenda dan Junction Serpong, serta tiga simpang susun di Pondok Udik, Putat Nutug, dan Rumpin.
Foto aerial proyek pembangunan Jalan Tol Cengkareng - Kunciran di area Pinang, Tangerang, Banten, Jumat (5/3/2021). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan tahap akhir pembangunan Jalan Tol Cengkareng - Batu Ceper - Kunciran sepanjang 14,19 Km. Saat selesai nanti, maka bakal menghubungkan area Serpong dan sekitar ke Bandara Soekarno-Hatta. Ruas tol ini merupakan salah satu dari 6 ruas Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR II) nan dibangun untuk melengkapi struktur jaringan jalan di area Metropolitan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi). Progres bangunan Jalan Tol Cengkareng - Batu Ceper - Kunciran saat ini telah mencapai 93,06 % dan ditargetkan selesai Maret 2021. Ruas tol ini dikelola oleh PT Jasamarga Kunciran Cengkareng (JKC) dengan nilai investasi sebesar Rp 1,96 triliun. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto) Foto: Pembangunan Akses Tol Bandara Internasional Soekarno-Hatta. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)
Pembangunan jalan tol bakal dilaksanakan oleh PT Bogor Serpong Infra Selaras, konsorsium nan terdiri atas PT Jasa Marga, PT Adhi Karya, PT Hutama Karya Infrastruktur, dan PT Persada Utama Infra, dengan masa konsesi selama 40 tahun.
Adapun ruas Jalan Tol Serpong-Bogor via Parung terbagi menjadi empat seksi, ialah Seksi I Salabenda-Pondok Udik sepanjang 3,97 kilometer, Seksi II Pondok Udik-Putat Nutug sepanjang 9,27 kilometer, Seksi III Putat Nutug-Rumpin sepanjang 8,23 kilometer, dan Seksi IV Rumpin-Serpong sepanjang 10,56 kilometer.
Kementerian PU menegaskan pembangunan jalan tol bakal dilaksanakan sesuai standar teknis dan izin nan berlaku, termasuk aspek geometrik jalan, keselamatan konstruksi, dan pemenuhan standar pelayanan minimal jalan tol.
Keberadaan Jalan Tol Serpong-Bogor via Parung diharapkan dapat mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta mendukung pemerataan pembangunan di area Jabodetabek dan sekitarnya. Infrastruktur konektivitas ini juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi investasi dan penurunan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) melalui pengurangan biaya logistik, percepatan pengedaran peralatan dan jasa, serta peningkatan produktivitas kawasan.
(wur/wur)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·