Ini Aturan Konsumsi Suplemen Zat Besi untuk Anak

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi anak meminum unsur besi. Foto: Larisa Rudenko/Shutterstock

Ada beberapa suplemen nan krusial dan direkomendasikan untuk anak, salah satunya adalah zat besi. Ya Moms, unsur besi berkedudukan krusial dalam membantu pembentukan hemoglobin nan bekerja mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.

Itulah kenapa, kebutuhan unsur besi nan tidak terpenuhi, bisa membikin anak mengalami beragam keluhan, mulai dari mudah lelah, susah berkonsentrasi, hingga penurunan prestasi belajar.

Namun, pemberian suplemen unsur besi pada anak tidak boleh sembarangan. Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, menjelaskan, ada rekomendasi unik dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengenai pemberiannya.

Kapan Anak Boleh Mengonsumsi Suplemen Zat Besi?

Ilustrasi Suplemen Zat Besi. Foto: Fida Olga/Shutterstock

Menurut dr. Aisya, suplementasi unsur besi sudah dapat diberikan sejak bayi.

"Untuk bayi nan mendapatkan ASI, suplementasi unsur besi dimulai pada usia 4 bulan sampai 2 tahun. Khusus bayi prematur alias bayi dengan berat badan lahir rendah, suplementasi bisa diberikan lebih awal lantaran persediaan unsur besinya lebih sedikit," ujar dr. Aisya kepada kumparanMOM beberapa waktu lalu.

Tak hanya bayi, anak usia sekolah hingga remaja juga dapat memperoleh suplementasi unsur besi sesuai kebutuhan dan rekomendasi dokter.

Berdasarkan rekomendasi IDAI, bayi umumnya mendapatkan suplementasi sejak usia 1–4 bulan hingga usia 2 tahun, tergantung kondisi saat lahir. Sementara pada balita, anak usia sekolah, dan remaja, suplementasi biasanya diberikan selama 3 bulan berturut-turut dan diulang dua kali dalam setahun.

Selain itu, pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) dianjurkan mulai usia 2 tahun dan dilakukan setiap tahun hingga anak memasuki masa remaja. Bila ditemukan anemia, master bakal mencari penyebabnya dan menentukan penanganan nan sesuai.

Kapan Suplemen Zat Besi Perlu Dihentikan Sementara?

Meski penting, ada kondisi tertentu nan membikin anak sebaiknya berakhir mengonsumsi suplemen unsur besi untuk sementara waktu, ialah saat sedang sakit alias mengalami infeksi. Kenapa?

"Karena saat infeksi, kuman dan virus menggunakan unsur besi sebagai makanan mereka untuk terus berkembang biak. Selain itu, unsur besi juga bisa memperparah mual, muntah, alias gangguan pencernaan lainnya," jelas dr. Aisya.

Karena itu, suplementasi unsur besi dapat dilanjutkan kembali setelah kondisi anak membaik dan tidak lagi sakit.

Jadi, Moms, meski suplemen unsur besi mempunyai banyak faedah untuk tumbuh kembang anak, pemberiannya tetap perlu disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan, dan rekomendasi dokter, ya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan