Mantan pembimbing Inggris, Sir Gareth Southgate, mengungkap alasannya menolak tawaran stasiun TV untuk menjadi pengamat di Piala Dunia. Demi jaga kondusifitas tim?(AFP)
MANTAN manajer Timnas Inggris, Sir Gareth Southgate, mengungkapkan dia menolak tawaran pekerjaan sebagai pengamat (pundit) di Piala Dunia. Langkah ini diambil lantaran dia menilai kehadirannya di layar kaca tidak bakal "membantu" kesempatan bagi tim nasional saat ini.
Southgate memutuskan mundur dari jabatannya setelah Inggris dikalahkan oleh Spanyol di final Euro 2024. Pria berumur 55 tahun tersebut tercatat telah memimpin Inggris dalam 102 pertandingan selama delapan tahun. Ia sukses mengantarkan The Three Lions ke dua final Kejuaraan Eropa dan semifinal Piala Dunia 2018.
"Ini jelas turnamen nan sangat berbeda bagi saya kali ini, saya telah menghadiri tujuh Piala Dunia terakhir sebagai pemain, sebagai penyiar, pencari bakat, dan kemudian sebagai manajer," kata Southgate dalam sebuah unggahan di Instagram.
"Jadi kali ini saya mengambil keputusan sadar untuk tidak tampil di TV. Saya rasa tidak bakal membantu jika saya berbincang tentang tim dan saya tidak mau ada perihal nan disalahartikan alias dilontarkan kepada mereka dalam konvensi pers, jadi nan terbaik bagi saya adalah menjauh."
Inggris sendiri dijadwalkan memulai kampanye Piala Dunia mereka pada hari Rabu mendatang melawan Kroasia di Arlington, Texas. Setelah itu, mereka bakal menghadapi Ghana pada Selasa, 23 Juni, dan Panama pada Sabtu, 27 Juni.
Selain Sir Alf Ramsey nan memenangkan Piala Dunia 1966, Southgate adalah satu-satunya manajer nan sukses membawa tim putra Inggris ke final turnamen besar. Meski sekarang sudah tidak memimpin tim, Southgate meyakini bahwa skuad Inggris saat ini sudah "siap untuk menang" di Piala Dunia.
"Semoga sukses untuk semua anak-anak," ujar Southgate. "Saya tahu semua malam fase gugur besar nan telah kita lewati berfaedah mereka bakal penuh percaya diri memasuki turnamen ini. Mereka telah mengatasi begitu banyak halangan untuk menang, adu penalti, semifinal, sudah sangat dekat, dan mereka siap untuk menang. Semoga semua orang mendapatkan bulan nan luar biasa, dan saya bakal tetap menjauh."
Di sisi lain, gelandang Inggris Jude Bellingham sempat menyinggung atmosfer tim selama Euro 2024 lalu. Menurutnya, besarnya "ekspektasi" membikin kerja sama golongan tidak terhubung "sebaik nan seharusnya," dan para pemain "perlu merasa dicintai" pada musim panas ini.
"Kami telah tampil baik di 2018 dan tampil baik di Qatar [untuk Piala Dunia 2022], dan ketika turnamen itu tiba, kami dipandang sebagai satu dari dua alias tiga tim nan kudu memenangkannya," kata Bellingham mengenai kampanye Euro 2024 mereka.
"Kami tidak bermain dengan sangat baik, jadi apalagi ketika kami menang, Anda tidak merasakan emosi bahwa Anda sebahagia nan seharusnya."
Sementara itu, di luar urusan sepak bola, Southgate saat ini terlibat dalam sebuah dokumenter baru BBC. Dalam program tersebut, dia membahas krisis nan dia rasa tengah dihadapi oleh anak-anak dan pemuda, serta mengeksplorasi apa nan membentuk sikap dan pandangan generasi saat ini. (BBC/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·