Ini Alasan Mengapa Rambut Bisa Berubah Menjadi Abu-Abu

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Ini Alasan Mengapa Rambut Bisa Berubah Menjadi Abu-Abu ilustrasi(Magnific)

BERUBAHNYA warna rambut menjadi abu-abu alias putih seiring bertambahnya usia merupakan proses alami nan dialami nyaris semua manusia. Namun, sistem biologis nan secara spesifik menyebabkan rambut kehilangan pigmen aslinya sekarang sukses terungkap melalui penelitian terbaru.

Studi ilmiah tersebut meneliti perilaku sel punca melanosit (melanocyte stem cells/McSCs) nan bertanggung jawab memproduksi melanin, ialah unsur pigmen nan memberi warna alami pada rambut manusia. Peneliti menemukan kunci dari proses memutihnya rambut terletak pada kegagalan sel punca ini dalam bergerak dan berkembang secara normal di dalam folikel rambut.

Dalam kondisi rambut nan sehat dan berwarna, sel punca melanosit terus bergerak di antara beragam bagian folikel rambut. Selama pergerakan tersebut, sel punca menerima sinyal protein nan memicu kematangannya menjadi sel kreator pigmen matang, sehingga rambut baru nan tumbuh tetap mempunyai warna alaminya.

Namun, seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia, makin banyak sel punca melanosit nan terjebak di area tertentu pada folikel rambut nan disebut hair follicle bulge. Ketika terjebak di letak tersebut, sel punca tidak lagi terpapar sinyal protein nan dibutuhkan untuk memicu pematangan.

Akibat terhentinya pergerakan dan proses maturasi ini, sel punca kandas berkembang menjadi sel kreator pigmen. Tanpa adanya pasokan melanin nan cukup pada akar rambut, helai rambut baru nan tumbuh bakal kehilangan warnanya dan berubah menjadi abu-abu alias putih.

Para peneliti mencatat bahwa tidak seperti jenis sel punca lainnya di dalam tubuh nan bergerak satu arah sebelum mati, sel punca melanosit mempunyai keahlian unik untuk bergerak bolak-balik antara status sel induk dan status sel matang. Kegagalan kegunaan mobilitas bolak-balik inilah nan menjadi pemicu utama munculnya uban.

Temuan ini memberikan pemahaman mendasar nan lebih jelas mengenai aspek penuaan pada tubuh manusia. Pengetahuan baru mengenai sistem terjebaknya sel punca melanosit ini dinilai membuka kesempatan bagi riset medis di masa depan untuk menemukan metode guna memulihkan mobilitas sel tersebut dan berpotensi mencegah alias membalikkan proses tumbuhnya uban. (Earth/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia