Ini Alasan Fatty Fish Jadi Makanan Terbaik untuk Mencegah Penyakit Jantung

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Ini Alasan Fatty Fish Jadi Makanan Terbaik untuk Mencegah Penyakit Jantung Ilustrasi(Magnific)

PENYAKIT kardiovaskular tetap menjadi penyebab kematian utama bagi laki-laki maupun wanita. Berbagai aspek seperti style hidup, genetik, hingga riwayat family dapat meningkatkan akibat seseorang terkena penyakit ini. Namun, menerapkan pola makan sehat dapat menjadi langkah krusial untuk menekan akibat tersebut.

"Pola makan adalah salah satu dari sedikit aspek akibat kardiovaskular nan dapat Anda kendalikan secara langsung setiap hari, dan ini bekerja pada nyaris semua sistem nan memicu penyakit jantung sekaligus," ujar dr. Muzamil Khawaja, M.D. Ia menambahkan bahwa apa nan dikonsumsi secara langsung membentuk kadar kolesterol, trigliserida, tekanan darah, gula darah, sensitivitas insulin, berat badan, hingga tingkat peradangan pada pembuluh darah.

Di antara beragam jenis makanan sehat seperti buah, sayuran, dan biji-bijian utuh kaya serat, para master ahli jantung menempatkan ikan berlemak (fatty fish) di barisan teratas. Jenis ikan seperti salmon, makarel, sarden, dan trout kaya bakal masam lemak omega-3, khususnya DHA dan EPA, nan mendukung kesehatan jantung dari beragam sisi.

Dokter Rajesh S. Banker, M.D., M.P.H., menjelaskan bahwa kandungan omega-3 pada ikan berlemak dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL). "Kita selalu berbincang tentang memangkas LDL alias kolesterol jahat, tetapi gimana dengan jenis nan baik, ialah HDL? Ikan berlemak dapat membantu meningkatkan HDL dan menjaga kelancaran aliran darah tanpa sumbatan melalui pembuluh darah arteri," jelas Banker.

Selain mengelola kolesterol, masam lemak omega-3 dalam ikan berlemak juga dapat menekan produksi partikel kaya trigliserida (VLDL) di dalam hati. Hal ini sangat krusial mengingat kadar trigliserida nan tinggi merupakan aspek akibat independen memicu penyakit jantung. Di samping itu, sifat antiinflamasi pada omega-3 efektif meredakan peradangan kronis nan kerap merusak tembok pembuluh darah. "Ikan berlemak berbobot memberikan faedah antiinflamasi kuat nan dapat menstabilkan sistem vaskular dan menurunkan akibat serangan jantung," tambah Banker.

Manfaat lainnya mencakup support terhadap kelistrikan organ jantung. Menurut dr. Rick Snyder, M.D., FACC, omega-3 membantu kegunaan listrik normal jantung dan menjaga elastisitas pembuluh darah.

Untuk memperoleh faedah optimal, American Heart Association merekomendasikan konsumsi minimal dua porsi ikan berlemak per minggu. Praktiknya dapat dilakukan secara fleksibel, mulai dari mengonsumsi ikan kaleng seperti sarden alias ancois nan terjangkau, mengganti protein tinggi lemak jenuh dengan ikan panggang, hingga berkarya dengan beragam resep masakan.

Meski demikian, para mahir menegaskan bahwa mengonsumsi ikan berlemak kudu diimbangi dengan style hidup sehat secara menyeluruh. Menerapkan pola makan berbasis tumbuhan (plant-based), berolahraga teratur, berakhir merokok, serta menjaga kualitas tidur setidaknya tujuh jam sehari menjadi pilar penunjang utama dalam menjaga kesehatan kardiovaskular jangka panjang. (Eating Well/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia