Ini 3 Jurus Tarik Investasi Asing dan Hilirisasiamp;nbsp;

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Ini 3 Jurus Tarik Investasi Asing dan Hilirisasi 

Ini 3 Jurus Tarik Investasi Asing dan Hilirisasi  (Foto: Freepik)

JAKARTA - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyiapkan langkah strategis untuk menjaring serta mengarahkan penanaman modal asing alias Foreign Direct Investment (FDI) ke sektor-sektor hilirisasi nan bisa memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Wakil Menteri Investasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu memaparkan tiga strategi utama pemerintah demi memastikan investasi nan masuk berakibat nyata pada penguatan industri dalam negeri dan pembangunan ekosistem rantai pasok terintegrasi, nan meliputi perencanaan terarah, eksekusi nan baik, serta pemberian insentif.

“Jika kita berbincang tentang peran Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, maka kita berbincang tentang strategic planning, gimana langkah eksekusi nan baik dan juga insentif. Koridor pemikirannya adalah gimana investasi nan masuk kudu mempunyai daya saing dan juga keberlanjutan. Kita tidak hanya konsentrasi pada berapa banyak investasi nan masuk, namun gimana dampaknya ke peningkatan lapangan kerja serta ekosistem rantai pasok di Indonesia,” ujar Todotua dalam keterangan resmi, Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

Pada pilar perencanaan strategis, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM telah menyusun Peta Jalan Hilirisasi Investasi Strategis 2022 & 2023 nan memetakan rencana hilirisasi atas 28 komoditas di 8 sektor prioritas, dengan total potensi nilai investasi mencapai USD618,1 miliar serta proyeksi pembuatan 3 juta lapangan kerja baru.

Peta jalan tersebut turut memetakan secara terperinci persebaran wilayah di tanah air berasas kelebihan komparatif komoditas dan potensi kekayaan sumber daya alam di masing-masing daerah.

Sepanjang Semester I-2026, realisasi investasi di sektor hilirisasi tercatat mencapai Rp300,1 triliun alias menyumbang 29,7 persen dari keseluruhan realisasi investasi nasional, tumbuh 6,9 persen dibandingkan periode nan sama pada tahun sebelumnya.

Realisasi hilirisasi tersebut didominasi oleh penanaman modal asing (PMA) dengan nilai Rp212,8 triliun alias berkontribusi sekitar 70,9 persen, sementara penanaman modal dalam negeri (PMDN) membukukan nilai sebesar Rp87,3 triliun alias menyumbang 29,1 persen dari total capaian sektor hilirisasi.

Aktivitas investasi di sektor hilirisasi ini juga terbukti mendorong pemerataan ekonomi nasional, di mana 75,7 persen dari total realisasi alias setara Rp227,3 triliun berlokasi di luar Pulau Jawa.

“Indonesia sudah mempunyai dasar esensial nan baik. Jarang ada negara nan mempunyai diversifikasi sumber daya alam nan sangat beragam mencakup empat sektor (migas, minerba, perkebunan dan kehutanan, serta perikanan dan kelautan) serta didukung persediaan nan besar dan jumlah nan mumpuni seperti Indonesia,” katanya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑