Ini 3 Besar Kandidat Polisi Berdedikasi Hoegeng Awards 2026

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta - Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026 telah memilih 3 personil polisi sebagai kandidat penerima Polisi Berdedikasi. Para polisi tersebut mempunyai dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas kepolisian, upaya pelestarian lingkungan hingga ikut berkedudukan meningkatkan ekonomi masyarakat.

Nama-nama kandidat tiga besar itu ditentukan dalam Rapat Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026 nan berjalan di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026). Adapun Dewan Pakar Hoegeng Awards 2025 ialah Ketua Komisi III DPR, Dr. Habiburokhman, S.H., M.H., Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia Alissa Qotrunnada Wahid, M.Psi, Wakil Ketua Komnas HAM Putu Elvina, S.Psi., MM, Mantan Plt Pimpinan KPK Dr. Mas Achmad Santosa, S.H., LL.M. dan personil Kompolnas Gufron Mabruri.

Rapat berjalan dinamis, dan para Dewan Pakar berbincang secara ketat untuk memilih 3 besar Kategori Polisi Berdedikasi. Ini 3 besar kandidat Polisi Berdedikasi Hoegeng Awards 2026:

- Aiptu Dafit Rico Dermawan (Kasubnit II Unit VI Satreskrim Polresta Padang)
- Brigpol Kamaludin (Bhabibkamtimbas Desa Taliwang, Polda NTB)
- Kombes Eko Budhi Purwono (Dirbinmas Polda Riau)

Pembaca detikcom juga bisa memberikan masukan mengenai kandidat dalam uji publik nan sudah dimulai hari ini, Kamis, 7 Mei 2026. Redaksi menjamin kerahasiaan identitas pembaca detikcom nan mengirimkan info tersebut.

Masukan bisa dikirim ke email hoegengawards@detik.com dengan subjek Hoegeng Awards 2026 dan menyertakan arsip alias info pendukung. Jangan lupa sertakan nama dan nomor telepon nan bisa dihubungi. Panitia dan Dewan Pakar tidak menerima segala corak penggalangan support dalam uji publik Hoegeng Awards 2026 ini.

Berikut ini profil 3 kandidat Polisi Berdedikasi Hoegeng Awards 2026 (urutan dan nomor di bawah bukan berasas pemeringkatan):

1. Aiptu Dafit Rico Dermawan

Aiptu Dafit Rico Darmawan alias David Wewe merupakan Ketua Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang, Polda Sumatera Barat. Kasubnit II Unit VI Satreskrim Polresta Padang itu kerap kali viral lantaran melakukan tindakan penyamaran dalam menangkap pelaku kejahatan.

David Wewe mempunyai dedikasi panjang di bumi reserse. Ia telah mengabdi lebih dari 24 tahun sebagai buser, dan sejak 2021 memimpin Tim Klewang Polresta Padang. David Wewe mengunggah video penangkapan pelaku kejahatan ke media sosial sebagai corak transparansi.

Warga mengenal David Wewe sebagai sosok polisi nan responsif dan bergerak sigap dalam merespons laporan masyarakat. Kesaksian ini diberikan oleh Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Andalas (Unand), Sari Lenggogeni.

"Tapi memang dedikasi ya, jika dia memang tuntas mencarinya. Sesuai dengan SOP, jika ada laporan, ada apa, ada apa. Misalnya, hal-hal viral 'Nih, ada nan pemalakan, segala macam'. Nah, jika ada laporan kan orang pada take, @David Wewe, David Wewe. pasti dia lakukan. Berarti respons sigap beliau," ucap Sari kepada detikcom.

Menjadi personil kepolisian bagi David Wewe berfaedah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kedua, kata dia, laporan masyarakat kudu segera ditindaklanjuti.

"Masalah kita melayani masyarakat dulu. Jadi, saya selalu menerima apapun itu laporan dari masyarakat. Apakah dia curhat di posko alias sekecil apapun masalah kita terima dulu. Kira berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kita utamakan untuk dedikasi kita dari kepolisian dulu," kata David Wewe.

Simak selengkapnya sosok David Wewe di sini

2. Brigpol Kamaludin

Brigpol Kamaludin mempunyai peran krusial dalam upaya mengatasi pengangguran dan peningkatan perekenomian penduduk di Desa Sermong, Kecamatan Taliwang, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebagai Bhabibkamtimbas, Kamaludin aktif memberikan penduduk support bibit ternak dan bibit pertanian agar penduduk mempunyai penghasilan.

Sejak program support bibit ayam, bebek dan bibit pertanian ini dimulai tahun 2021, sudah lebih dari 200 penduduk nan terbantu. Warga nan mulanya pengangguran kita bisa menghasilkan jutaan rupiah per bulan berkah hasil perternakan dan pertanian.

Salah satu penduduk nan terbantu dengan program Kamaludin ini adalah Bambang Akbar. Akbar mengaku bahwa pada tahun 2022 dia tetap pengangguran, namun setelah dibantu oleh Kamaludin dia bisa menghasilkan belasan juta per bulan dari hasil pertanian dan peternakan.

"Saya kan dulu motor aja ndak punya, hanya pengangguran, tiap hari, duduk, tidur, kaum rebahanlah istilahnya. Tapi sekarang berkah Pak Kamal, upaya saya ayam pedaging, bebek pedaging, terus upaya holti, cabai, padi, jagung," kata Bambang kepada detikcom.

Tujuan Brigpol Kamaludin memberikan support bibit ayam, bebek hingga bibit tanaman adalah untuk meningkatkan perekonomian warga. Kamaludin memberikan bibit secara gratis.

"Peternak itu nan saya support 226 orang. Kalau petani itu 120 orang dari petani baik sayur, kunyit, terus jagung, itu nan saya bantu. Kalau UMKM baru 11 orang. Perputaran ekonominya kisaran di Rp 30-40 juta untuk per bulannya," kata Kamaludin.

Simak selengkapnya sosok Brigpol Kamaludin di sini

3. Kombes Eko Budhi Purwono

Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Riau Kombes Pol Eko Budhi Purwono melakukan pembinaan kepada masyarakat agar menjaga lingkungan. Dia mengembangkan Green Policing nan menjadi jagoan Polda Riau.

Program Green Policing adalah program pelestarian alam nan mengkombinasikan penegakan norma dan mengubah pola pikir masyarakat, memberikan edukasi hingga menggelar training kepada masyarakat agar tidak berjuntai dengan hutan.

"Niat Green Policing adalah kembali menghijaukan, tetapi kebesertaan kebersamaan masyarakat untuk menjaga itu, tidak mengerti jika kita bicara saja, tapi mereka kudu kita masuk melalui memperkenalkan dan kebersamaan berbareng pemerintah, sehingga mereka menjadi agent betul, untuk dirinya dan masyarakat sekitarnya, 'nggak usah lagi, Bang, udah menjadi paru-paru bumi nan Indonesia punya'," ujar Kombes Eko.

Salah satu wilayah nan menjadi sasaran program Green Policing ini adalah desa di tengah rimba di Kampar Kiri Hulu. Para pemuda diberikan training Satpam. Program ini diharapkan dapat mengubah pola pikir masyarakat agar tidak menggantungkan mata pencaharian dengan membuka hutan.

"Tempat saya ini suaka margasatwa, jadi ada 10 desa dalam area hutan, nggak punya listrik, nggak punya jalan, nggak punya internet, jadi memang anak-anak di sini kesempatan untuk sekolah itu terbatas. Mendapat kesempatan kerja layak itu terbatas, itu banyak nan terlarangan logging, mengambil hutanlah kan," kata penggerak lingkungan di Riau Dody Rasyid Amin kepada detikcom.

Dody menyebut sebanyak 60 pemuda setempat mengikuti training satpam. Di antara pemuda nan ikut training ada nan sudah bekerja. Para pemuda nan telah mengikuti program training itu bakal dijadikan sebagai Duta Green Policing.

Simak selengkapnya sosok Kombes Eko di sini (lir/knv)

Loading...

Hoegeng Awards 2026

Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News