Ingin Mendaki Gunung Berapi? Ini Tips dan Panduan Lengkapnya

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ingin Mendaki Gunung Berapi? Ini Tips dan Panduan Lengkapnya Sejumlah visitor asing melangkah saat memulai pendakian melalui jalur Bawak Nao Gunung Rinjani, Sembalun, Lombok Timur, NTB, Sabtu (8/6/2024).(Antara)

BAGI para pencinta alam dan visitor nan berencana melakukan pendakian, persiapan matang bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan. Kementerian Pariwisata menekankan bahwa mempunyai bekal pengetahuan dan persiapan bentuk nan memadai sangat krusial, terutama saat bakal mendaki gunung berapi aktif.

Cek Status Aktivitas Gunung Sebelum Berangkat

Langkah pertama dan utama sebelum memulai pendakian adalah memantau status aktivitas vulkanik gunung nan dituju. Wisatawan sangat disarankan untuk memeriksa info terkini melalui aplikasi Magma Indonesia nan dikelola oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Jika status gunung dinyatakan tidak aman, Kementerian Pariwisata dengan tegas mengimbau visitor untuk membatalkan rencana pendakian. Namun, jika kondisi dinyatakan memungkinkan, pastikan Anda selalu mematuhi patokan pemisah area kondusif dan area rawan nan telah ditetapkan.

Peran Pemandu Lokal dan Perlengkapan Wajib

Demi menjamin keselamatan, Kementerian Pariwisata memberikan petunjuk khusus:

"Pastikan untuk menghubungi pemandu lokal bersertifikat nan telah dibekali keahlian untuk mengetahui secara persis titik-titik mana nan kondusif dan kapan kudu tahu membatalkan pendakian," kata Kementerian Pariwisata.

Selain pendampingan profesional, pendaki juga wajib mempersiapkan bentuk dengan optimal serta membawa perbekalan nan cukup. Jangan lupa untuk mengenakan perlengkapan nan tepat, seperti tas dan sepatu unik gunung. Mengingat akibat gunung berapi, membawa masker respirator sangat disarankan sebagai antisipasi terhadap paparan abu vulkanik alias gas beracun.

Utamakan Keselamatan, Bukan Puncak

Kepatuhan terhadap izin dari PVMBG dan pengelola area pendakian adalah mutlak. Wisatawan diminta untuk selalu kooperatif terhadap pengarahan petugas di lapangan dan tidak memaksakan diri mencapai puncak jika kondisi lingkungan tidak mendukung.

Mengenai etika dan pola pikir pendaki nan bijak, kementerian menyampaikan:

"Menjadi pendaki nan dahsyat bukan berfaedah berani mati, tapi tahu kapan kudu berakhir demi keselamatan diri dan orang lain," kata kementerian.

Terakhir, Kementerian Pariwisata mengingatkan seluruh pendaki untuk selalu menjaga kelestarian alam dan menghormati area pendakian nan dikunjungi. Dengan persiapan matang dan sikap nan bertanggung jawab, pengalaman mendaki bakal menjadi jauh lebih kondusif dan bermakna. (Ant/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia