Jerset Timnas Inggris(Instagram/@england)
MANAJER tim nasional Inggris, Thomas Tuchel, mengkritik performa anak-asuhnya nan dinilai bermain terlalu banyak freestyle saat laga Inggris vs Selandia Baru. Meski demikian The Three Lions menang tipis 1-0 atas lawannya dalam laga uji coba Piala Dunia 2026 di Stadion Raymond James, Tampa, Minggu (7/6). Tuchel tetap memberikan pembelaan dan meyakini Harry Kane dan kawan-kawan bakal mencapai performa terbaiknya saat Piala Dunia resmi bergulir.
Gol Tunggal Harry Kane
Gol tunggal kemenangan The Three Lions dicetak oleh sang kapten, Harry Kane, melalui sundulan terarah di masa injury time babak pertama di hadapan 25.889 penonton.
Menghadapi Selandia Baru nan berstatus sebagai tim ranking ke-85 dunia, posisi terendah di antara kontestan Piala Dunia lainnya, Inggris sebenarnya tampil sangat mendominasi dengan menguasai 71 persen penguasaan bola dan melepaskan 23 tembakan.
Namun, mereka kandas menambah kelebihan setelah Tuchel memilih untuk merombak total seluruh susunan pemainnya pada jarak babak pertama.
Pertandingan ini juga diwarnai debut winger muda Liverpool, Rio Ngumoha, nan menjadi pemain termuda kelima dalam sejarah timnas Inggris pada usia 17 tahun 281 hari.
Sementara itu, ban kapten diserahkan kepada Jude Bellingham untuk memimpin tim di paruh kedua pertandingan.
"Di babak pertama, kami keluar dari posisi dan itu agak terlalu banyak freestyle. Hal tersebut memperlambat permainan kami dan menyulitkan kami melakukan counter-press lantaran kami tidak berada di posisi nan kami inginkan saat mulai menyerang," kata Tuchel dikutip dari ESPN.
Tuchel menambahkan bahwa performa kurang maksimal tersebut tetap bisa dimaklumi mengingat mepetnya waktu berkumpul.
"Untuk menempatkannya dalam konteks, banyak pemain kami nan terakhir kali bermain berbareng pada November lalu. Jadi, itu sudah separuh tahun nan lalu. Kami hanya mempunyai empat sesi latihan berbareng dan kami mencampuradukkan tim sepenuhnya," jelasnya.
Kondisi rumput Stadion Raymond James nan kurang ideal dan tidak rata juga menjadi hambatan tersendiri, meskipun beruntung tidak ada pemain nan mengalami cedera menjelang sepak mula Piala Dunia pada 11 Juni mendatang.
"Sangat susah untuk bermain di atasnya. Lapangannya sangat tidak rata, sangat tidak rata. Sulit untuk mengalirkan bola dan mengalirkannya dengan cepat. Ketika Anda menguasai bola di sebagian besar pertandingan, kondisi itu sama sekali tidak membantu Anda," tutur Tuchel.
Mengenai gol penentu nan dicetak oleh Harry Kan dalam pertandingan Inggris vs Selandia Baru, nan sekarang memperpanjang rekornya menjadi 79 gol internasional, Tuchel memberikan pujian unik dan tetap optimistis menyambut turnamen resmi. "Itulah nan dia lakukan. Dia selalu ada di sana untuk mencetak gol. Pada akhirnya, itu adalah gol nan menentukan. Harry berada dalam kondisi prima dan saya rasa, ketika tekanan itu datang dan turnamen dimulai, perihal tersebut bakal memicu keahlian terbaik dari para pemain kami," pungkas Tuchel. (H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·