Rohman Wibowo
, Jurnalis-Rabu, 04 Februari 2026 |19:48 WIB

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat inflasi pada awal 2026 tetap berada dalam kondisi terkendali. (Foto: Okezone.com/Freepik)
JAKARTA – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat inflasi pada awal 2026 tetap berada dalam kondisi terkendali. Inflasi Januari tercatat sebesar 3,55 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), dan tidak mencerminkan kenaikan nilai nan signifikan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, nomor inflasi 3,55 persen tersebut dipengaruhi oleh low base effect dari kebijakan potongan nilai tarif listrik 50 persen pada Januari–Februari 2025, sehingga inflasi tahunan terlihat lebih tinggi secara perhitungan.
“Dengan demikian, inflasi Januari 2026 tetap terkendali dan tekanan nilai domestik tidak menunjukkan peningkatan nan berarti,” kata Airlangga, Rabu (4/2/2026).
Menurut Airlangga, pemerintah optimistis inflasi 2026 tetap terkendali dalam rentang sasaran 2,5±1 persen. Hal ini didukung bauran kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah, Bank Indonesia, serta koordinasi pengendalian inflasi melalui strategi 4K, ialah Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.
“Koordinasi pusat dan wilayah terus diperkuat untuk menjaga kesiapan pasokan pangan antarwaktu dan antarwilayah, termasuk untuk mendukung program prioritas pemerintah, meningkatkan kelancaran distribusi, serta kualitas logistik pangan dari wilayah surplus ke wilayah defisit,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, Airlangga menekankan pemerintah terus menjaga stabilitas nilai kebutuhan pokok, terutama saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri, serta memperkuat support prasarana dan logistik pascabencana untuk mempercepat pemulihan ekonomi wilayah terdampak.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·