Inflasi 3,55% di Awal 2026, BI Yakin Hanya Temporer

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Feby Novalius , Jurnalis-Jum'at, 06 Februari 2026 |15:28 WIB

Inflasi 3,55% di Awal 2026, BI Yakin Hanya Temporer

Bank Indonesia menilai inflasi tahunan sebesar 3,55% pada Januari 2026 berkarakter sementara. (Foto: Okezone.com/Feby)

PONTIANAK – Bank Indonesia menilai inflasi tahunan sebesar 3,55% pada Januari 2026 berkarakter sementara. Angka ini terpengaruh pengaruh stimulus tahun lalu, termasuk subsidi listrik, sehingga inflasi bulanan tetap terkendali dan ke depan diperkirakan kembali ke kisaran sasaran 2,5% plus minus 1%.

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter, Juli Budi Winantya, menjelaskan bahwa inflasi di awal tahun dipengaruhi pemberian stimulus. Pada 2025, misalnya, terdapat subsidi tarif listrik nan membikin laju inflasi tetap terkendali.

“Angka inflasi tahunan 3,55% ini tercatat tinggi lantaran pengaruh dari subsidi listrik pada Januari–Februari 2025, nan membikin inflasi pada periode itu rendah. Jadi, kami meyakini inflasi tahunan nan tinggi ini berkarakter temporer akibat pengaruh stimulus, dan ke depan tetap bakal berada di kisaran sasaran 2,5% plus minus 1%,” ujarnya di Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (6/2/2026).

Dia menambahkan, Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) telah menggelar pertemuan untuk membahas strategi pengendalian inflasi sepanjang 2026. Pertemuan tingkat tinggi ini dihadiri Menko, gubernur, dan personil TPIP lainnya, dengan konsentrasi pada pengendalian inflasi pangan.

Menurutnya, meski inflasi tahunan tercatat 3,55%, secara bulanan (month-to-month) angka-angka tetap terkendali. Oleh lantaran itu, inflasi 3,55% ini berkarakter sementara, dan ke depan diproyeksikan bakal kembali ke kisaran target.

Kelompok volatile food mengalami deflasi

Kelompok volatile food pada Januari 2026 mengalami deflasi sebesar 1,96% (mtm), lebih rendah dari realisasi bulan sebelumnya nan tercatat inflasi 2,74% (mtm). Deflasi golongan volatile food terutama disumbang oleh komoditas cabe merah, cabe rawit, dan bawang merah seiring peningkatan pasokan pada masa panen. Secara tahunan, golongan volatile food mengalami inflasi sebesar 1,14% (yoy), lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 6,21% (yoy). Ke depan, inflasi volatile food diprakirakan terkendali, didukung eratnya sinergi antara Bank Indonesia berbareng TPIP dan TPID, serta penguatan penerapan Program Ketahanan Pangan Nasional.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari

Follow

Berita Terkait

Telusuri buletin finance lainnya

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com