Industri Gim Indonesia Tumbuh Pesat, Tercatat 60 Gim Lokal Rilis pada April-Mei 2026

Sedang Trending 3 jam yang lalu
Industri Gim Indonesia Tumbuh Pesat, Tercatat 60 Gim Lokal Rilis pada April-Mei 2026 Ilustrasi(MI/RIFALDI PUTRA)

INDUSTRI gim di Indonesia sekarang bukan lagi sekadar pasar bagi developer mancanegara. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan ekonomi digital, talenta  lokal Indonesia mulai menunjukkan produktivitas luar biasa nan bisa bersaing di panggung global. 

Hal ini diungkap  Direktur Gim Kementerian Ekonomi Kreatif, Luat Sihombing, dia menekankan bahwa potensi developer gim lokal saat ini sangat masif. Data menunjukkan tingkat produktivitas nan mengesankan, hanya dalam periode singkat antara April hingga Mei 2026, para developer lokal telah merilis lebih dari 60 titel gim.

“Bahkan gim lokal kita itu di tahun ini punya beberapa nan mungkin jika bisa dibilang cukup sukses di pasar global,” kata Luat dalam obrolan publik di Jakarta, Kamis (25/6).

Tak hanya gim nan siap rilis, antusiasme pembuatan karya dalam game jam -kompetisi pembuatan gim- juga cukup tinggi. Luat menyampaikan bahwa di tahun ini ada sekitar 470 produk prototipe nan bisa dikembangkan dan di rilis ke pasar lokal maupun global.

"Kemudian jika kita memandang dari info CODA (platform perdagangan digital global),generate revenue mereka secara global, 22% itu dikontribusi oleh pasar lokal. Ini kan menggambarkan sebegitu luar biasanya ekosistem industri gim di Indonesia,” ucap Luat.

Tantangan Industri Gim Lokal

Sementara itu CEO CODA, Shane Happach menyatakan bahwa di tengah kesiapan talenta gim tanah air, sayangnya para developer tetap belum mempunyai kesiapan nan maksimal mengenai gimana mengkomersilkan dengan baik produk mereka. Masih banyak para developer belum memahami apa nan diperlukan untuk membangun perusahaan komersial nan layak dan berkepanjangan secara bisnis.

“Tantangan dalam Industri gim di sini (Indonesia) saya rasa tentang kesiapan, gimana memastikan bahwa developer gim lokal memahami apa nan perlu dilakukan untuk sukses mengembangkan perusahaan nan komersial dan berkelanjutan,” ujar Happach.

Melihat adanya tantangan tersebut Kemenekraf berbareng CODA pun sepakat untuk menjalin kerja sama, nan bakal membekali para developer gim Indonesia dengan pengetahuan kesiapan komersial, perangkat komersial, dan kapabilitas upaya secara komprehensif. Langkah ini diambil guna mendorong pengembangan skala upaya dari developer gim lokal, sehingga dapat memperluas jangkauan audiens dunia dan meningkatkan daya saing internasional mereka.

”Melalui kemitraan dengan Kemenekraf, kami mau mendampingi lebih banyak developer dalam perjalanan tersebut. Dengan memperluas akses ke perangkat, keahlian, dan jaringan global, kami berambisi dapat membantu lebih banyak studio gim di Indonesia membangun upaya nan berkepanjangan dan menjangkau pemain di seluruh dunia,” tukasnya. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia