Jakarta -
Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) membuka 2026 dengan lonjakan pendapatan hingga dua digit. Pendapatan kuartal pertama 2026 menembus Rp 15,2 triliun, tembus tumbuh 12% secara tahunan, sementara untung bersih melompat 26% menjadi Rp 1,5 triliun.
"Indosat memulai 2026 dengan performa Q1 nan kuat. Kami mencatat pertumbuhan double digit di seluruh metrik utama, pendapatan naik 12%, EBITDA 13%, untung bersih 26%," kata President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha dalam keterangan tertulis, Kamis (7/5/2026).
Indosat Catat Pendapatan Rp 15,2 T di Kuartal 1 2026, AI Jadi Mesinnya Foto: Indosat Ooredoo Hutchison
Dia mengatakan momentum ini juga mencerminkan dinamika nan lebih luas di industri telekomunikasi Indonesia nan mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan serta kembali ke jalur pertumbuhan setelah periode tekanan dalam beberapa tahun terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang paling mencolok bukan hanya besaran pendapatannya, melainkan dari mana pertumbuhan itu berasal. Rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU) naik 15% secara tahunan menjadi Rp 45.000. Hal ini bukan tanpa sebab, melainkan hasil dari pengguna nan secara aktif mengonsumsi lebih banyak jasa berbobot tinggi," tuturnya.
Dia menjelaskan 'mesin' di kembali pergeseran itu adalah AI hyper-personalization, sistem berbasis kepintaran buatan nan menganalisis kebiasaan digital 94 juta pengguna secara perseorangan untuk menawarkan produk dan paket nan relevan secara real-time.
Trafik info Indosat ikut melonjak 25,1% secara tahunan, menjadi 4.906 petabyte, mencerminkan semakin dalamnya ketergantungan pengguna pada jasa digital perseroan.
"Pertumbuhan ARPU kami didorong oleh AI hyper-personalization, jaringan nan semakin baik, dan konsentrasi pada pengalaman pelanggan," ujar Vikram Sinha.
Indosat sekarang tidak hanya menjual konektivitas. Melalui platform AI Neocloud berbasis prasarana NVIDIA, perseroan mulai memonetisasi kapabilitas komputasi AI kepada korporasi. Dalam satu kuartal pertama 2026, segmen ini sudah menghasilkan US$ 16 juta dengan perjanjian untuk tiga tahun ke depan.
Dia menjelaskan kemitraan dengan Google turut memperkuat portofolio jasa AI langsung ke konsumen. Indosat sekarang membundel akses Google Gemini ke dalam paket info seluler.
Pada lapisan infrastruktur, Indosat berbareng Nokia dan NVIDIA menjadi nan pertama di Asia Tenggara menjalankan panggilan 5G Layer 3 berbasis AI-RAN, teknologi nan memungkinkan jaringan radio dan beban kerja AI melangkah di atas prasarana bentuk nan sama secara bersamaan.
Pusat riset AI-RAN sekarang telah beraksi di Surabaya dan menjadi satu-satunya di Asia. Menurutnya, efisiensi nan dihasilkan terasa langsung di neraca.
"Dengan AI, kecermatan perencanaan kapabilitas jaringan bisa mencapai 98%, dan itu memungkinkan kami menghemat sekitar US$ 10 juta dalam shopping modal hanya dari perencanaan kapasitas," kata Vikram Sinha.
Penghematan itu kemudian diputar kembali ke investasi pertumbuhan. Belanja modal Indosat memang melonjak 59,6% secara tahunan. Namun utang bersih justru turun 9,2% menjadi Rp 8,5 triliun dengan rasio net debt terhadap EBITDA di 0,31 kali.
"Perusahaan berinvestasi garang sembari memperkuat posisi keuangannya, kombinasi nan langka di industri telekomunikasi mana pun," jelasnya.
Dia mengatakan meski demikian, perusahaan mengakui bahwa tetap terdapat ruang untuk peningkatan efisiensi biaya di beragam lini operasional.
Ke depan, Indosat menegaskan bahwa optimasi biaya bakal tetap melangkah seiring dengan komitmen utama untuk menghadirkan pengalaman pengguna nan lebih baik.
Menurutnya, semangat ini sejalan dengan nilai #lebihbaikIndosat, di mana setiap optimasi biaya nan dihasilkan bakal dialokasikan untuk memperkuat kualitas jasa dan membangun customer love secara berkelanjutan.
Vikram mengisyaratkan nomor setahun penuh bakal lebih besar dari nan semula diproyeksikan.
"Kami mempunyai kepercayaan kuat bahwa kami sedang menuju pertumbuhan double digit penuh untuk sepanjang 2026," tutupnya.
(ega/ega)
4 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·