PT Infra Fiber Teknologi (IFT) resmi meluncurkan RAIA Grid, platform infrastruktur digital berbasis kecerdasan buatan atau AI, dan bakal mengelola lebih dari 86.000 kilometer jaringan fiber optik di seluruh Indonesia.
RAIA Grid adalah platform prasarana digital independen nan dioperasikan oleh PT Infra Fiber Teknologi (IFT), hasil kerjasama Arsari Group milik Hashim Djojohadikusumo dan Indosat Ooredoo Hutchison.
Proyek ini merupakan kelanjutan dari kerja sama strategis nan dimulai sejak Desember 2025. Saat itu, Indosat dan PT Aplikanusa Lintasarta mengalihkan kepemilikan saham mereka di IFT kepada PT Nusantara Fiber Teknologi (NFT), platform investasi milik Arsari Group.
Dengan jaringan fiber lebih dari 86.000 km nan mencakup backbone nasional, kabel bawah laut domestik, hingga jaringan akses, RAIA Grid dirancang sebagai "jalan tol digital" (digital superhighway) nan menghubungkan pusat data, penyedia jasa cloud, operator telekomunikasi, korporasi, hingga prasarana AI di seluruh Indonesia.
"Apa nan kita bangun hari ini menentukan masa depan Indonesia. RAIA Grid merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk memperkuat kapabilitas digital Indonesia melalui pengembangan infrastruktur, ilmu, dan talenta nan dibutuhkan untuk membentuk masa depan AI kita sendiri," kata Founder and Chairman Arsari Group, Hashim Djojohadikusumo.
"Kami tidak hanya membangun untuk hari ini, tetapi juga untuk generasi mendatang, guna menciptakan kapabilitas berkepanjangan bagi bisnis, industri, dan seluruh masyarakat Indonesia. Kami bangga dapat membangunnya dari Indonesia, untuk Indonesia, dan untuk dunia."
Berbeda dari prasarana fiber konvensional, RAIA Grid mengusung model open-access, jaringannya bisa dimanfaatkan berbareng oleh beragam operator telekomunikasi, hyperscaler, penyedia jasa cloud, dan korporasi, tanpa terikat eksklusif pada satu operator tertentu. Model ini memungkinkan konektivitas 5G dan fiber-to-the-home (FTTH) melangkah berdampingan dengan hubungan antar pusat info berkapasitas besar.
RAIA Grid berbeda dari pemain prasarana fiber lain. Mereka mengintegrasikan jaringannya dengan Machine Learning, AI, dan Agentic AI ke dalam seluruh siklus operasinya, mulai dari:
Perencanaan jaringan dan prediksi permintaan
Optimasi rute fiber dan investasi
Otomatisasi peluncuran sistem
Pemeliharaan prediktif dan operasional nan otonom
Pendekatan ini dilakukan demi menghasilkan prasarana berlatensi rendah nan sanggup mengantisipasi lonjakan kebutuhan komputasi AI. RAIA Grid merupakan bagian dari ekosistem nan lebih besar dari Indosat dan Zankore. Zankore adalah platform infrastruktur AI data center berkapasitas hingga 1 gigawatt nan belum lama ini diluncurkan Indosat berbareng Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA.
Dengan menyatukan tiga komponen ini, Indosat dan Arsari Group berupaya menghadirkan rantai penuh dari konektivitas fiber, komputasi AI, hingga jasa berbasis kepintaran buatan dalam satu ekosistem nan saling terhubung.
“Peluang di depan kita jauh lebih besar dari sekadar konektivitas. RAIA Grid sedang membangun ‘jalan tol’ nan menghubungkan pusat data, platform cloud, pelaku usaha, dan prasarana AI, guna menciptakan fondasi bagi ekosistem AI nan utuh," kata President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha.
"Dengan menyatukan RAIA Grid, Indosat, dan Zankore, kami menghubungkan lapisan krusial nan dibutuhkan untuk menjadikan AI lebih nyata, berskala luas, serta mudah diakses di seluruh Indonesia. Konvergensi ini memungkinkan kami melangkah lebih jauh, dari sekadar menghubungkan prasarana menjadi menghubungkan kecerdasan, serta menciptakan kesempatan baru bagi pelaku usaha, industri, dan masyarakat."
55 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·