Konferensi pers Indonesia Open 2026(MI/Dhika Kusuma Winata)
TURNAMEN Indonesia Open 2026 nan berjalan pada 2-7 Juni tidak hanya menjual persaingan para pebulu tangkis terbaik bumi di Istora Gelora Bung Karno, Senayan. Panitia juga membidik partisipasi publik nan lebih luas dengan menghadirkan nilai tiket nan ramah di kantong mulai dari Rp40 ribu.
Kebijakan tersebut menjadi bagian menjadikan turnamen BWF World Tour Super 1000 itu sebagai pesta bulu tangkis nan dapat dinikmati beragam kalangan masyarakat. Langkah itu juga mendapat respons positif dari penggemar, tercermin dari tingginya nomor penjualan tiket menjelang turnamen.
Ketua Panitia Pelaksana Achmad Budiharto mengungkapkan hingga akhir Mei, lebih dari 76% kuota tiket daring telah terjual. Meski demikian, masyarakat tetap mempunyai kesempatan mendapatkan tiket melalui penjualan langsung di Istora dalam jumlah terbatas selama turnamen berlangsung.
Selain menawarkan nilai nan lebih terjangkau, panitia berupaya menghadirkan pengalaman baru bagi penonton melalui kombinasi olahraga, hiburan, dan teknologi.
“Indonesia Open tahun ini bukan sekadar pertandingan bulu tangkis kelas dunia, tetapi juga sebuah pengalaman intermezo olahraga nan lebih dekat dengan masyarakat. Kami menghadirkan sentuhan teknologi baik di dalam maupun di luar lapangan agar penonton mendapatkan pengalaman nan lebih interaktif dan berkesan,” ujar Budiharto.
Menurut dia, konsep tersebut dirancang untuk memperluas daya tarik turnamen sehingga tidak hanya menjadi destinasi para pencinta bulu tangkis tetapi juga masyarakat umum nan mau menikmati intermezo keluarga.
Harga tiket nan relatif terjangkau pun membuka kesempatan lebih besar bagi masyarakat untuk menyaksikan langsung tindakan para bintang bulu tangkis bumi dari dekat.
Dukungan dari Polytron sebagai sponsor utama turnamen juga disebut menjadi salah satu aspek nan memperkuat konsep penyelenggaraan tahun ini. Keterlibatan perusahaan nasional tersebut diharapkan menghadirkan beragam penemuan nan membikin atmosfer pertandingan semakin modern dan relevan dengan perkembangan industri sportainment.
Tidak hanya di dalam arena, kemeriahan juga bakal terasa di area luar Istora. Pengunjung nan tidak mempunyai tiket pertandingan tetap dapat menikmati beragam aktivitas dan intermezo nan disiapkan panitia.
General Manager Corporate Communications Polytron, Diantika, mengatakan area luar Istora bakal dibuka untuk umum dan diisi beragam aktivitas hiburan, termasuk konser musik.
“Di area luar Istora itu terbuka untuk semua, siapa pun bisa masuk jadi jika mau berkumpul family juga bisa. nan tidak menonton pertandingan di dalam pun bisa menikmati intermezo di luar Istora,” kata Diantika.
Konsep tersebut diharapkan bisa menciptakan suasana nan lebih inklusif dan menjadikan Indonesia Open bukan hanya arena olahraga tetapi juga ruang berkumpul bagi masyarakat. (Dhk/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·