Binti Mufarida
, Jurnalis-Minggu, 22 Februari 2026 |16:00 WIB

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa Indonesia telah meminta Amerika Serikat (AS) untuk tetap memberlakukan tarif impor nol persen. (Foto: Okezone.com/Setpres)
JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa Indonesia telah meminta Amerika Serikat (AS) untuk tetap memberlakukan tarif impor nol persen bagi produk unggulan asal Indonesia sebagaimana tercantum dalam kesepakatan Agreement on Reciprocal Tariff (ART).
Usulan tersebut disampaikan menyusul perkembangan terbaru di AS, di mana Mahkamah Agung (MA) AS membatalkan kebijakan tarif darurat nan diberlakukan sejak tahun lalu, sementara Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bakal mengganti kebijakan nan dianulir tersebut dengan penerapan tarif dunia sebesar 10%.
Airlangga mengatakan bahwa dalam arsip ART, kedua negara mempunyai waktu 60 hari untuk meratifikasi perjanjian tersebut. Dengan demikian, penerapan ART berpotensi mengalami penyesuaian dalam jangka waktu tersebut mengikuti dinamika kebijakan di kedua negara.
Menimbang situasi tersebut, Airlangga kemudian menyebut Indonesia membuka opsi penerapan tarif impor sebesar 10 persen secara umum, namun tetap meminta pembebasan tarif untuk komoditas unggulan seperti kopi, kakao, dan produk agrikultur lainnya, sebagaimana tertuang di arsip ART.
“Kemarin Indonesia sudah menandatangani perjanjian, dan nan diminta oleh Indonesia adalah jika nan lain semua bertindak 10 persen, tetapi (komoditas ekspor) nan sudah diberikan 0 persen itu kita minta tetap,” tutur Airlangga dalam keterangannya, Minggu (22/2/2026).
Selain sektor agrikultur, pemerintah juga meminta AS mempertahankan tarif impor nol persen untuk industri unggulan seperti tekstil dan busana jadi sesuai kesepakatan ART.
Airlangga menjelaskan bahwa secara hukum, Indonesia tetap berkesempatan menikmati pembebasan tarif tersebut lantaran kebijakan itu tercantum dalam perintah presiden (executive order) nan berbeda dari patokan nan dibatalkan MA AS.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·