Indonesia Harus Terdepan Gerakkan Dunia Internasional untuk Selamatkan Gaza

Sedang Trending 46 menit yang lalu
Indonesia Harus Terdepan Gerakkan Dunia Internasional untuk Selamatkan Gaza Aksi Bela Palestina dengan mengusung tema ‘Gaza for Israel, Jika Kita Tetap Diam’, Minggu (26/7/2026) di sekitar Patung Kuda Monas, Jakarta.(Dok spesial )

SEJAK awal terjadi perjanjian gencatan senjata awal tahun 2026 ini, tetap terjadi pembunuhan masal alias genosida terhadap rakyat Gaza setiap hari. Hal ini dikatakan Ketua Presidium Majelis Ormas Islam (MOI) KH. Nazar Haris dalam Aksi Bela Palestina dengan mengusung tema ‘Gaza for Israel, Jika Kita Tetap Diam’, Minggu (26/7) di sekitar Patung Kuda Monas, Jakarta dan menggagas sebuah aktivitas nan diberi nama #TheyLiedToYou. 

“Maksudnya tentang genosida ini, kita semua dibohongi para penjajah, bahwa genosida tetap berjalan padahal sudah gencatan senjata,” ucap Kyai Haris. 

Ia menyebut bahwa para kolonialis mau agar pemerintahan manajemen di Gaza diserahkan, tapi tidak diserahkan. 

“Mereka para kolonialis mau ini mau itu, apalagi nan mengerikan itu sebenarnya tidak dibukanya pintu perbatasan dan wilayah Gaza tinggal 33%,” tambahnya.

Kemudian, 1,9 juta lebih penduduk Gaza, alias sekitar 2 juta itu, tinggal di wilayah nan tinggal 32 kilometer dikali 3 kilometer, mungkin dalam waktu sekitar kira-kira 1-2 jam, 2 juta orang itu bisa lenyap dengan keahlian militer nan dimiliki Israel jika para kolonialis itu mau. 

"Jadi dengan kondisi ini, Indonesia kudu menjadi nan terdepan, menggerakan bumi internasional alias masyarakat bumi menyelamatkan Gaza,” tegas Kyai Haris. 

Yang kedua, tetap menurut Kyai Haris, saat World Cup 2026 nan baru saja selesai, ada kesadaran penduduk bumi mengusung Palestina di dalamnya. 

"Lepas dari kita nan tidak suka pada penyelenggaraan World Cup-nya, tapi rupanya suasana emosionalnya dalam mendukung Palestina ada di dalam World Cup 2026,” sebutnya. 

Ketiga, ditambah dengan adanya penangkapan salah satu penduduk Palestina nan datang ke Indonesia ialah Abdul Karim Raed Miqdad pada 16 Juli 2026, situasi emosional masyarakat saat ini luar biasa, sehingga kita kudu menyalurkan situasi emosional ini menjadi daya positif. 

“Dengan tindakan ini, kita berambisi situasi emosional ini menjadi daya positif nan bakal membikin masyarakat dan pemerintah berdampingan tangan nan sejak awal berkomitmen untuk dukungannya kepada Palestina,” pungkas Kyai Haris. 

Seperti diketahui bersama, Presiden Prabowo Subianto pada 23 Juli nan lalu, menegaskan kembali dukungannya terdahadap perjuangan kemerdekaan Palestina nan merupakan perihal prinsip nan tidak dapat ditawar. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia