, JAKARTA, – Indonesia berupaya memodernisasi industri maritimnya melalui kemitraan strategis dengan Rusia. Langkah ini bermaksud untuk mengamankan transfer teknologi, memperkuat industri perkapalan domestik, dan memperluas pangsa pasar pelayaran Indonesia di Asia Tenggara.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa inisiatif ini difokuskan untuk meningkatkan keahlian galangan kapal dalam negeri, memperbaiki keahlian tenaga kerja, dan mengembangkan proyek pembuatan kapal bersama. Ia menegaskan kesempatan ini sangat terbuka bagi Indonesia.
"Kerja sama di industri perkapalan dengan Rusia menawarkan kesempatan bagi Indonesia untuk memperkuat industri maritimnya melalui investasi, transfer teknologi, pengembangan tenaga kerja, dan produksi bersama," ujar Agus dalam sebuah pernyataan pada Jumat.
Agus menjelaskan bahwa kemitraan ini bakal menggabungkan teknologi maritim canggih milik Rusia dengan permintaan domestik Indonesia nan kuat. Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia sangat berjuntai pada sektor pelayaran untuk logistik, perikanan, daya lepas pantai, dan transportasi antar pulau.
Di sisi lain, Rusia mempunyai skill luas dalam pengembangan maritim, termasuk kreasi dan bangunan kapal komersial, sistem propulsi canggih, serta rekayasa kelautan nan kompleks. Kementerian Perindustrian menilai kekuatan kedua negara saling melengkapi untuk membangun industri pelayaran nan lebih tangguh.
Kementerian menambahkan bahwa kesempatan kerja sama bilateral semakin meluas setelah penandatanganan Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia. Perjanjian ini diharapkan dapat mendorong peningkatan perdagangan, investasi, kemitraan industri, dan pertukaran teknologi antara Indonesia dengan personil Uni Ekonomi Eurasia.
Berbicara di Yekaterinburg pada Rabu lalu, Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kemenperin, Tri Supondy, menyampaikan bahwa kedua negara dapat memperoleh faedah dari kerja sama nan lebih erat. Ia menyebut Indonesia menawarkan pasar nan besar dan kapabilitas industri nan terus berkembang, sementara Rusia menyumbangkan skill teknologi serta pengalaman luas dalam membangun beragam jenis kapal.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·