, JAKARTA, – Menteri Ekonomi Kreatif Indonesia, Teuku Riefky Harsya, mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Kebudayaan Arab Saudi, Pangeran Badr bin Abdullah bin Farhan Al Saud, untuk membahas pengembangan ekonomi imajinatif berbasis budaya dan penemuan di Jakarta, Selasa.
Harsya menyatakan bahwa hubungan antara Indonesia dan Arab Saudi telah terjalin lama, tidak hanya melalui hubungan diplomatik, tetapi juga nilai spiritual nan kuat, sejarah bersama, dan hubungan antarmasyarakat. "Hubungan antara Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi melampaui diplomasi formal, berakar pada nilai spiritual, sejarah bersama, dan persaudaraan nan telah berjalan lintas generasi," ujarnya dalam pernyataan.
Ia menambahkan bahwa ekonomi imajinatif adalah sektor strategis bagi kedua negara dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Indonesia terus mengembangkan potensi budayanya nan dikombinasikan dengan penemuan modern untuk menciptakan nilai ekonomi baru.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Harsya mengidentifikasi beberapa kesempatan kerjasama strategis, termasuk partisipasi dalam World Expo, penguatan ekosistem haji dan umrah melalui produk kreatif, pertukaran talenta dan teknologi, peningkatan perlindungan kekayaan intelektual (KI), serta kerjasama dalam World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta.
Sementara itu, Pangeran Badr bin Abdullah menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat nan diterima dan menegaskan komitmen Arab Saudi untuk memperluas kerjasama lintas sektor di industri kreatif. "Kami berambisi dapat memperkuat kerjasama di beragam bidang, termasuk expo, haji, gaming, dan kekayaan intelektual. Kami juga menyambut undangan untuk berperan-serta dalam forum dunia mendatang di Jakarta," katanya.
Pangeran Badr juga menyoroti potensi kerja sama dalam film, fashion, dan pengembangan talenta, termasuk insentif produksi movie dan program pendidikan melalui lembaga seni di Arab Saudi. Ia menambahkan, "Di sektor film, Arab Saudi mengembangkan industri secara komprehensif, dari produksi hingga distribusi, didukung oleh beragam skema pendanaan. Kami menawarkan kesempatan untuk koproduksi movie dengan insentif hingga 60-65 persen dari biaya produksi."
Penguatan ekosistem kekayaan intelektual dan inisiatif pengembangan merek lokal juga ditekankan untuk meningkatkan daya saing global. "Dalam kekayaan intelektual, Arab Saudi telah mendirikan otoritas unik untuk mendukung industri kreatif. Program 'Saudi 100 Brands' berfaedah sebagai akselerator bagi desainer lokal, berbareng dengan inisiatif fashion berkelanjutan, termasuk ihram ramah lingkungan," tambahnya.
Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dan Arab Saudi sebagai mitra strategis dalam pengembangan ekonomi imajinatif global.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·