Jakarta -
Indonesia Investment Authority (INA) meraih skor 92% dalam penilaian Governance, Sustainability and Resilience (GSR) nan diterbitkan oleh lembaga riset dan intelijen sovereign wealth fund (SWF) internasional, Global SWF. Penilaian tahunan ini mengukur praktik tata kelola, keberlanjutan, dan ketahanan lembaga pengelola investasi milik negara di seluruh dunia, termasuk SWF dan public pension fund (PPF).
Ketua Dewan Direktur INA, Oki Ramdhana, mengatakan perusahaan menjadi salah satu nan terbaik di area Asia. Bahkan dia menyebut INA berada di urutan nomor dua setelah SWF milik Singapura, ialah Temasek nan mendapat skor GSR sebesar 100%.
"Nomor dua dunia lead, dan mereka (Global SWF) review sekitar 200 sovereign wealth fund dunia lead dan kita ada hanya di bawah Temasek," ungkap Oki dalam Diskusi Media di instansi INA, Jakarta Selatan, Rabu (29/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oki menjelaskan, skor GSR menjadi krusial untuk INA mengingat capaian ini mencerminkan kepercayaan penanammodal terhadap Indonesia. Penilaian nan dilakukan Global SWF biasanya didasarkan pada rencana kerja dan biaya kelolaan (asset under management/AUM).
"Again, at the end, kita selalu menjadi katalis untuk investasi di Indonesia. Jadi, gimana perusahaan-perusahaan alias investor-investor di luar sana memandang Indonesia dan gimana you know kita mau investasi di Indonesia tapi you know they need a mitra to navigate the investment in Indonesia," jelasnya.
Diketahui sebelumnya, skor GSR INA bergerak naik dari dari 24% pada 2021 menjadi 52% pada 2022, 56% pada 2023, 60% pada 2024, dan 68% pada 2025. Skor terbaru INA tahun ini menempatkannya sebagai SWF dengan ranking tertinggi kedua di Asia.
Dalam penilaiannya, Global SWF memperbarui tiga komponen dalam GSR Scoreboard 2026 untuk menyesuaikan dengan dinamika pasar nan terus berkembang. Ketiga komponen tersebut meliputi annual return vs benchmark pada pilar Governance, metrik ESG dan intensitas karbon pada pilar Sustainability, serta investasi alias mengambil Artificial Intelligence (AI) pada pilar Resilience.
"Jadi, itu nan kenapa GSR score ini krusial banget dan kita perlu sekali untuk to go out there and tell the whole world, you know, our GSR score is actually very important and bagus untuk mereka consider us as a partner. At the end of the day, jika kita sukses bringing those mitra to Indonesia, this is not only INA's story, this is actually Indonesia's story. Indonesia will benefit from whatever that we have achieved untuk topik ini dan juga idea gimana kita bisa membawa investment ke Indonesia," pungkasnya.
(ahi/ara)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·