Impor Vietnam Naik Gila-gilaan, Tekor Neraca Dagang Tembus Rekor

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Jakarta -

Defisit perdagangan Vietnam dilaporkan membengkak hingga mencetak rekor tertinggi. Hal ini didorong melambungnya impor akibat kenaikan nilai bahan baku dunia di tengah bentrok berkepanjangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Melansir dari Business Times, dari info nan dirilis Kantor Pusat Statistik Vietnam pada Rabu (3/6/2026), defisit perdagangan pada Mei 2026 melonjak jadi US$ 5,21 miliar. Nilai tersebut lebih tinggi dari defisit bulan sebelumnya, April sebesar US$ 3,28 miliar.

Nilai ekspor Vietnam pada Mei sebenarnya naik 18% secara tahunan menjadi US$ 46,93 miliar. Namun, nomor ini tetap di bawah perkiraan ahli ekonomi nan mematok sasaran 19,7%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, impor Vietnam justru melonjak hingga 33,8% menjadi US$ 52,14 miliar. Artinya, Vietnam mencatat defisit perdagangan sebesar US$ 5,21 miliar pada Mei 2026.

Data ini menunjukkan besarnya akibat ekonomi nan kudu ditanggung Vietnam imbas perang nan tetap berkecamuk di area Timur Tengah. Pemerintah Vietnam sempat menyatakan bahwa kondisi tersebut menjadi tantangan berat untuk mencapai sasaran pertumbuhan sebesar 10% di tahun ini.

Kendati begitu, AS tetap menjadi negara tujuan ekspor terbesar bagi Vietnam. Perdagangan Vietnam dengan Negeri Paman Sam tersebut melonjak 21,1% menjadi US$ 60,4 miliar jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sementara itu, China menjadi pemasok impor terbesar bagi Vietnam dengan nilai US$ 92,6 miliar

Di sisi lain, inflasi Vietnam melonjak 5,60% pada Mei secara tahunan. Angka ini mengalami kenaikan dibanding inflasi April sebesar 5,46%. Realisasi ini sudah melampaui pemisah nan diprediksi bank sentral Vietnam sebesar 5,5%.

Laju inflasi nan sigap ini terjadi lantaran lonjakan nilai daya dunia akibat perang Iran. Kenaikan nilai daya dunia ini mulai berakibat langsung pada sektor transportasi, jasa, hingga biaya bahan baku.

(acd/acd)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance