Impor LPG Tembus 7 Juta Ton, Bahlil Akan Diversifikasi Sumber Pasokan

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan sambutan saat membuka Mineral dan Batu bara Convention - Expo (Minerba Convex) 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Rabu (15/10/2025). Foto: Hafidz Mubarak A/ ANTARA FOTO

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan kebutuhan LPG nasional hingga sekarang tetap berjuntai pada impor sekitar 7 juta ton per tahun. Katanya, pemerintah mulai melakukan diversifikasi sumber pasokan dan menjajaki support dari mitra baru.

“Kita tahu bahwa LPG kita kurang lebih sekitar 7 juta ton setiap tahun kita mengimpor, dan sekarang kita melakukan diversifikasi dan Insya Allah kita juga bakal mendapat dukungan,” kata Bahlil kepada awak media di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (16/4).

Kendati demikian, dia menyatakan proses diversifikasi tersebut tetap memerlukan beberapa tahap lanjutan. “Tetapi nan ini tetap butuh perjuangan, tetap butuh komunikasi dua alias tiga tahap, tapi jika mentah-nya saya pikir sudah, sudah nyaris final,” ucap Bahlil.

video story embed

Di sisi lain, Bahlil menyampaikan dalam memenuhi kebutuhan minyak mentah, pemerintah bakal menerapkan pendekatan nan elastis dengan membuka kesempatan kerja sama dengan beragam negara. Saat ini kebutuhan minyak mentah nasional menyentuh 300 juta barel per tahun.

“Jadi semuanya kita ambil, mana nan menguntungkan untuk negara kita kudu kita lakukan,” sebut Bahlil.

Sebelumnya, Bahlil memastikan Indonesia segera mengimpor komoditas daya dari Amerika Serikat (AS) senilai USD 15 miliar. Rencana ini bagian dari hasil negosiasi tarif impor resiprokal.

“Salah satu nan menjadi komitmen pembicaraan kita untuk trade dengan pihak Amerika itu adalah kita bakal membeli BBM sebesar USD 15 miliar. Itu terdiri dari LPG, kemudian dari crude-nya, kemudian dari BBM-nya, minyak jadinya,” katanya kepada awak media, dikutip Kamis (16/4).

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan