Implementasi B50 Capai 94% hingga Awal September, Tersalurkan 3,4 Juta Kiloliter

Sedang Trending 47 menit yang lalu
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi di instansi Kementerian ESDM, Rabu (17/6/2026). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi penyaluran biodiesel 50 persen (B50) per awal September 2026 mencapai 94 persen.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, mengatakan mandatori B50 sudah dimulai sejak 1 Juli 2026, tetapi tetap dalam masa transisi selama 3 bulan untuk menghabiskan stok B40 nan disalurkan sejak 1 Januari 2024.

Dari total 104 titik serah, Eniya menyebut bahwa status penyaluran B50 hingga pekan ini sudah dilakukan melalui 76 letak titik serah sehingga tersisa 28 terminal tetap dalam masa transisi dari B40 ke B50.

"Kalau kita memandang jumlah SPBU di Indonesia menurut info dari Patra Niaga, ini sudah ada 94 persen dan nan sudah menyalurkan sekitar 6.050 lokasi, 362 tetap dalam masa transisi," ungkap Eniya saat Rapat dengan Komisi XII DPR, Selasa (8/9).

Eniya mengungkapkan dari sisi volume, biodiesel nan sudah tersalurkan sebanyak 10,69 juta kiloliter (KL) hingga 7 September ini, mencakup penyaluran B40 sejak 1 Januari 2026 mencapai 7,27 juta KL dan B50 sejak 1 Juli 2026 sebanyak 3,4 juta KL.

Eniya menargetkan penyaluran biodiesel hingga akhir Desember 2026 bisa mencapai 16,8 juta KL. Rinciannya ialah subsidi (PSO) sebesar 8,23 juta KL dan non-PSO sebanyak 8,51 juta KL.

"Kita tetap memandang targetnya kesiapan FAME nan bisa dipenuhi oleh badan upaya bahan bakar nabati, itu antara 16,8 juta kiloliter sampai dengan 18 juta kiloliter," kata Eniya.

Papan penanda B50 di sebuah SPBU setelah mandat pencampuran 50% biodiesel baru resmi bertindak di Karawang, Provinsi Jawa Barat, Indonesia, Kamis (9/7/2026). Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/REUTERS

Proses transisi dari B40 menuju B50 dilaksanakan hingga akhir September 2026, sebagai ruang untuk badan upaya menghabiskan pasokan B40 nan tetap tersisa baik di terminal maupun SPBU dan menyelesaikan proses uji coba di sektor kereta api.

"Kalau untuk nan lain untuk sektor otomotif, sektor alsintan, sektor perangkat berat pertambangan, pikulan laut, dan pembangkit listrik alias genset telah selesai dilaporkan dan saat ini kami tetap menunggu beberapa hasil nan dari perkeretaapian, Jadi targetnya selesai di Desember 2026," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo, mengatakan dari total 121 terminal BBM, sudah ada 120 terminal menyalurkan B50 namalain tinggal 1 terminal lagi di Kalimantan Barat.

"Satu terminal nan saat ini belum menyalurkan B50 adalah Terminal Sintang. Ini lantaran ada aspek cuaca di mana kami tetap ada kesulitan untuk masuk alur sungai di terminal Sintang, lantaran aspek hambatan musim tandus sehingga beberapa sungai ini mengalami penyusutan," ungkap Mars Ega.

Mars Ega menjelaskan hingga 5 September 2026 sudah 94 persen SPBU Pertamina nan menyalurkan B50. Dari total 6.412 SPBU nan mendistribusikan Biosolar, sebanyak 6.050 SPBU telah mendistribusikan B50.

"Masih terdapat 362 SPBU nan mendistribusikan B40 ini lantaran aspek handling dan pengedaran khususnya ini sebagian besar ada di wilayah-wilayah nan remote area," jelas Mars Ega.

Mars Ega memaparkan operasional Pertamina Patra Niaga di wilayah Sumatera bagian utara sudah 96 persen SPBU menyalurkan B50, lampau 93 persen di wilayah Sumbagsel.

Untuk SPBU di wilayah Jawa bagian barat sudah 99 persen menyalurkan B50, Jawa bagian tengah sudah 98 persen menyalurkan B50, kemudian wilayah Kalimantan 95 persen, Sulawesi 96 persen, Jatimbalinus 96 persen. Sementara wilayah Papua dan Maluku belum dipaparkan datanya.

"Secara umum kami tidak mengalami hambatan pengedaran namun memang saat ini dengan adanya disparitas nilai nan cukup tinggi antara biosolar B50 subsidi dengan produk-produk non-subsidi tentu saat ini ada peningkatan demand dari sektor biosolar subsidi," tutur Mars Ega.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan