Ilustrasi.(Magnific)
KEMATIAN mungkin menjadi satu-satunya kepastian dalam hidup. Namun para intelektual terus berupaya mengungkap seberapa lama sebenarnya tubuh manusia bisa bertahan. Penelitian terbaru memberikan nomor nan mengejutkan: pemisah maksimal usia manusia secara teoretis bisa mencapai 190 tahun.
Angka ini jauh melampaui info rata-rata angan hidup saat ini. Sebagai perbandingan, info dari Office for National Statistics mencatat rata-rata angan hidup laki-laki di Inggris adalah 79,9 tahun dan wanita 83 tahun. Namun, para mahir dari Skolkovo Institute of Science and Technology di Rusia meyakini potensi biologis kita jauh lebih besar dari itu.
Peran Mutasi Somatik dalam Penuaan
Mengapa nomor 190 tahun menjadi batasnya? Para peneliti menemukan bahwa seiring bertambahnya usia, tubuh manusia mengalami penumpukan mutasi random pada DNA. Pada tingkat biologis dasar, perihal ini mencakup pemendekan telomer (pelindung ujung untai DNA) hingga hilangnya keahlian sel untuk membuang limbah dari tubuh.
Fokus utama para intelektual adalah pada mutasi somatik namalain kesalahan mini nan muncul dalam DNA setiap kali sel membelah. Meskipun sebagian besar mutasi ini tidak berbahaya, seiring waktu penumpukannya mulai mengganggu kegunaan sel, nan memicu kegagalan organ dan akhirnya menyebabkan kematian.
Pemimpin penelitian, Dr. Dmitrii Krukov, mengusulkan pertanyaan kunci, "Berapa masa hidup manusia nan telah mengatasi semua sistem penuaan selain mutasi somatik?"
Model Penuaan Teoretis
Untuk menjawab perihal tersebut, para mahir membangun model penuaan manusia nan didorong semata-mata oleh mutasi ini. Dr. Krukov menjelaskan bahwa jika bumi medis bisa mengobati semua penyebab penuaan lain kecuali mutasi somatik, rata-rata masa hidup manusia bisa berkisar antara 146 hingga 194 tahun.
"Ini bukan vonis tentang keniscayaan, tetapi menyoroti bahwa mutasi somatik, meskipun merupakan pendorong penuaan nan relatif lemah jika berdiri sendiri, dapat menjadi sangat kritis ketika dikombinasikan dengan sistem lain," ujar Dr. Krukov.
Namun, jangan berambisi umur manusia bakal berlipat dobel dalam waktu dekat. Penelitian menemukan bahwa organ tubuh mempunyai ketahanan nan berbeda terhadap penuaan:
- Kulit dan Hati: Sel-selnya terus berganti dengan nan baru, sehingga bisa memperkuat lebih lama.
- Jantung dan Otak: Sel-selnya sebagian besar tidak tergantikan, sehingga mutasi bakal terus menumpuk tanpa henti.
Upaya Melawan Penuaan
Temuan ini menjadi tantangan bagi mereka nan mengejar keabadian, termasuk miliarder biohacker Bryan Johnson. Pengusaha berumur 48 tahun tersebut menghabiskan jutaan dolar untuk teknik antipenuaan ekstrem demi mengembalikan usia biologisnya menjadi seperti pemuda 18 tahun.
Di sisi lain, kemajuan medis terus diupayakan oleh golongan riset seperti Life Biosciences di AS. Mereka mendapatkan persetujuan FDA pertama untuk uji coba manusia guna menyelidiki pembalikan penuaan (de-ageing). Fokus awal mereka adalah pengobatan mata untuk memulihkan kerusakan saraf optik, nan diharapkan menjadi pintu masuk bagi terapi peremajaan sel untuk melawan beragam penyakit akibat penuaan. (Metro/I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·