Gempa bumi dalam terjadi akibat pembengkokan dan pelenturan di perbatasan antara Antartika Timur dan Barat, di bawah Gletser David.(Samantha Hansen dan Long Ho, Universitas Alabama)
ANTARTIKA selama ini dikenal sebagai benua nan paling stabil secara seismik di bumi. Namun, persepsi tersebut mulai bergeser setelah para intelektual menemukan ratusan gempa bumi tersembunyi di bawah lapisan es Antartika Barat. Menariknya, gempa-gempa ini terdeteksi di letak nan dinilai sangat tidak biasa.
Menggunakan metode kajian info seismik nan canggih, tim peneliti sukses mengidentifikasi lebih dari 300 gempa mini nan sebelumnya tidak terdeteksi oleh jaringan pemantau standar. Gempa-gempa ini terjadi di wilayah sekitar Aliran Es Rutford (Rutford Ice Stream), sebuah area di Antartika Barat nan menjadi jalur pergerakan es sigap menuju lautan.
Penemuan ini mengejutkan para geolog lantaran gempa tersebut tidak terjadi di pemisah lempeng tektonik aktif seperti gempa bumi pada umumnya, melainkan jauh di dalam bagian interior benua. Selain itu, kedalaman dan pola getarannya menunjukkan aktivitas ini bukan disebabkan oleh pergerakan es di permukaan, melainkan oleh proses tektonik original di dalam kerak bumi di bawah lapisan es.
"Kami sangat terkejut menemukan begitu banyak gempa bumi mini di area nan sebelumnya kami anggap sangat tenang," kata salah satu peneliti utama dalam studi tersebut. "Lokasi gempa ini sangat asing lantaran berada di wilayah transisi di mana kerak bumi meregang, memberikan kita jendela baru untuk memahami apa nan terjadi di bawah es."
Para intelektual meyakini bahwa aktivitas seismik nan tersembunyi ini dipicu oleh aktivitas rifting, ialah proses penipisan dan peregangan kerak bumi nan sedang berjalan di bawah sistem retakan Antartika Barat.
Meskipun kekuatan gempa-gempa ini relatif mini dan tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap stabilitas lapisan es, penemuan ini mempunyai urgensi ilmiah nan tinggi. Memahami aktivitas tektonik di bawah Antartika sangat krusial bagi para peneliti untuk memprediksi gimana lanskap bawah es memengaruhi pergerakan gletser. Data ini nantinya bakal membantu memproyeksikan laju pencairan es dan kontribusinya terhadap kenaikan permukaan air laut dunia secara lebih akurat. (Live Science/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·